Bencana Banjir Aceh
VIDEO - Mendagri Tito Karnavian Soroti Bantuan 1 Miliar Malaysia untuk Aceh
Mendagri Tito Karnavian tanggapi bantuan obat Malaysia Rp1 M: Bukan bantuan resmi pemerintah & nilainya kecil dibanding anggaran RI Rp60 T.
SERAMBINEWS.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan tanggapan terkait bantuan obat-obatan dari Malaysia yang ditujukan bagi korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh. Dalam pernyataannya, Tito menjelaskan bahwa bantuan tersebut bukan merupakan bantuan resmi dari pemerintah Malaysia, melainkan inisiatif dari lembaga tertentu.
Melansir dari Tribunnews.com, Tito mengungkapkan bahwa nilai bantuan obat-obatan tersebut diperkirakan mencapai Rp1 miliar. Meski bantuan tersebut menjadi perhatian publik, ia menilai jumlah tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan kapasitas anggaran yang dimiliki oleh Pemerintah Indonesia saat ini.
Dalam perbincangannya bersama Helmy Yahya yang tayang pada Sabtu (13/12/2025) di Youtube Helmy Yahya Bicara, Tito menyatakan bahwa pemerintah sebenarnya memiliki ketersediaan anggaran yang sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan tersebut secara mandiri. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup pintu bagi bantuan pihak asing selama hal itu diperlukan demi kepentingan masyarakat.
Menurut Tito, fokus utama pemerintah saat ini adalah kecepatan dalam menangani kondisi tanggap darurat di Sumatra. Ia menekankan bahwa segala upaya yang dapat mempercepat penanganan dan meminimalkan kerugian akibat bencana akan tetap dipertimbangkan, termasuk penerimaan bantuan internasional.
Di sisi lain, upaya pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat juga mendapat dukungan finansial yang kuat. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, sebelumnya telah menyatakan bahwa pemerintah menyiapkan dana hingga Rp60 triliun untuk proses penanganan dan rehabilitasi di wilayah terdampak.
Anggaran besar tersebut diperoleh melalui kebijakan efisiensi belanja negara. Pemerintah melakukan penyisiran terhadap anggaran kementerian dan lembaga dengan memangkas kegiatan-kegiatan yang dianggap tidak produktif, seperti biaya rapat koordinasi yang tidak memiliki manfaat signifikan, untuk kemudian dialihkan bagi kepentingan penanggulangan bencana.
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul: Tito Ungkap Bantuan Malaysia ke Aceh Tak Sampai Rp1 M, Lantas Berapa Anggaran dari Pemerintah?