Jumat, 1 Mei 2026

Video

VIDEO - Ribuan Hektar Sawah di Bireuen Tertimbun Lumpur, Irigasi Rusak

Di Cot Ara, ketebalan pasir dan lumpur diperkirakan mencapai dua meter berdasarkan pengeboran di beberapa titik.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: m anshar

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen beberapa hari lalu mengakibatkan kerusakan parah pada sektor pertanian. Lahan persawahan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat kini porak poranda.

Areal persawahan yang sedang menunggu masa panen tertutup lumpur tebal. Lahan yang baru dipanen dan yang baru ditaburi benih juga ikut rusak tertimbun material banjir. Kondisi serupa teramati di berbagai lokasi seperti Peusangan Siblah Krueng, Jangka, Kutablang, dan Peusangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen, Mulyadi, mengatakan luas sawah yang terbenam lumpur berat mencapai 7.318 hektar yang tersebar di sejumlah kecamatan. Rinciannya, 2.300 hektar tertimbun lumpur tebal dan memerlukan rehabilitasi. Sebanyak 5.018 hektar lainnya mengalami masalah lumpur dan puso.

Dari total luas tersebut, 2.317 hektar tertimbun lumpur dan puso, serta 2.736 hektar terdampak lumpur ringan dan puso. Hanya sawah di wilayah Jeunieb, Peulimbang, Pandrah, dan Simpang Mamplam yang tidak terdampak banjir. Sedangkan 13 kecamatan lainnya terdampak dengan tingkat kerusakan paling parah di Cot Ara dan Kutablang.

Di Cot Ara, ketebalan pasir dan lumpur diperkirakan mencapai dua meter berdasarkan pengeboran di beberapa titik. Areal seluas 40 hektar di lokasi tersebut dinilai paling sulit diperbaiki karena tingginya endapan material. Kerusakan juga terjadi pada irigasi Pante Lhong yang mengancam ketersediaan air untuk 6.426 hektar sawah pada musim tanam mendatang. (*)

Narator: Syita

Video Editor: Muhammad Anshar 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved