Video
VIDEO Haji Uma Desak Pemerintah Segera Bangun Huntara bagi korban Banjir
Haji Uma menekankan bahwa pemenuhan hak dasar mulai dari kesehatan, kelanjutan pendidikan anak-anak, hingga logistik
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Aldi Rani
Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau akrab disapa Haji Uma, S.Sos berkunjung ke desa terisolir di Kecamatan Simpang Jernih dan Serbajadi, Aceh Timur yang kini sudah menjadi sungai setelah di terjang banjir bandang akhir November 2025 lalu.
Permukiman warga di Desa Ujung Karang yang dulunya berjarak satu kilometer dari bibir sungai kini lenyap dan berganti aliran sungai baru.
Menurut Haji Uma, bukan sekedar genangan air, banjir kali ini menyisakan kerusakan hingga 80 persen dk tujuh desa dalam Kecamatan Serbajadi.
Haji Uma menekankan bahwa pemenuhan hak dasar mulai dari kesehatan, kelanjutan pendidikan anak-anak, hingga logistik pangan harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah maupun pusat. "Pemerintah harus hadir secara nyata, ini soal memanusiakan manusia," tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Haji Uma menyerahkan bantuan ke sejumlah desa, yakni Desa Jering, Desa Loot, Desa Ujung Karang, Desa Simbuang, dan Desa Bunin.
Penyerahan bantuan di Kecamatan Simpang Jernih dan Kecamatan Serba Jadi turut didampingi oleh dua anggota DPRK Aceh Timur, Keuchik Ki dan Samin Alam Tanoga (Datu).
Adapun bantuan yang diserahkan secara simbolis kepada warga meliputi beras, mi instan, air mineral, roti, telur, serta alas tidur.
Dalam kunjungan itu ia juga menyoroti penyebab dibalik bencana banjir ini, menurutnya, besarnya volume kayu yang terbawa arus hingga ke permukiman menjadj indikasi kuat adanya aktivitas ilegal di hulu sungai.
Sementara itu salah satu warga di Desa Ujung Karang, yaitu Satumin mengungkapkan bahwa rumah yang dulunya sebagai tempat tinggal ia bersama keluarga kini sudah hanyut dibawa banjir, saat ini hanya pondasi yang tersedia sebagai tanda bahwa rumahnya pernah ada
Kehadiran Haji Uma di posko banjir hinggaalam hari tak hanya untuk menyalurkan bantuan bagi para korban, tetapi juga untuk memberikan dukungan moril bagi para korban agar tetap tegas menghadapi masa pemulihan yang diprediksi membutuhkan waktu yang lama.
Percepatan hunian sementara menjadi satu-satunya jalan agar warga tidak terkatung-katung di pengungsian sebelum relokasi atau perbaikan rumah permanen dilakukan. (*)
Editor: Aldi Rani
VO: Dara Nazila
Baca juga: Emas di Aceh Timur Kembali Mengkilap, Harga per Mayam Terus Merangkak Naik
Baca juga: Pakai Teknologi, Polres Aceh Timur Ubah Air Keruh Jadi Layak Minum untuk Korban Banjir
Baca juga: Wagub Dampingi Mendagri Serahkan Bantuan di Tamiang dan Aceh Timur
| VIDEO - Demo Memanas, Bupati Aceh Singkil Teriak Suruh Demonstran Duduk |
|
|---|
| VIDEO - Detik-Detik Gempa 7,7 M Hantam Filipina! Bangunan Roboh, Tsunami Ancam Sejumlah Negara |
|
|---|
| VIDEO - Ratusan Warga Cot Tunong Gandapura Gelar Kenduri Blang |
|
|---|
| VIDEO - RSUD Muda Sedia Terima Bantuan Tiga Unit Ambulans dari Toyota |
|
|---|
| VIDEO - Polres Lhokseumawe Siapkan 8 Karateka untuk Piala Kapolri di Banten |
|
|---|