Kamis, 30 April 2026

Video

VIDEO - 118 Ribu KK Warga Bireuen Terdampak Banjir dan 16 Ribu Rumah Rusak

Upaya pertama difokuskan pada pembukaan akses jalan antar desa, kecamatan, dan kabupaten yang tertimbun material banjir.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: m anshar

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Bireuen akhir bulan lalu telah menyebabkan kerusakan besar. Data sementara menunjukkan sebanyak 118 ribu kepala keluarga di 17 kecamatan terdampak bencana hidrometeorologi ini.

Rumah penduduk menjadi salah satu kerusakan terparah. Tidak kurang dari 580 unit rumah hilang, disusul 3.545 unit rusak berat, 4.160 rusak sedang, dan 7.931 rusak ringan. Totalnya, 16.215 unit rumah terdampak sehingga banyak warga terpaksa mengungsi.

Bencana juga melumpuhkan sektor pertanian. Lebih dari 3 ribu hektare sawah tertimbun tanah. Tujuh irigasi besar yang menjadi penopang pengairan juga mengalami kerusakan berat. Salah satunya adalah Bendung Irigasi Pante Lhong Peusangan di Gampong Beunyot, Kecamatan Juli, yang mengairi 6.562 hektare sawah.

Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama TNI, Polri, elemen masyarakat, dan pihak terkait lainnya telah melakukan sejumlah langkah penanganan. Upaya pertama difokuskan pada pembukaan akses jalan antar desa, kecamatan, dan kabupaten yang tertimbun material banjir. Bantuan sembako juga telah disalurkan sehingga tidak ada lagi lokasi yang terisolasi.

Bupati Bireuen Mukhlis mengakui tantangan berat pascabencana. Kekhawatiran terbesar adalah peningkatan angka kemiskinan, mengingat banyak korban yang kehilangan mata pencaharian dan ketidakstabilan harga barang yang mempengaruhi ekonomi warga.

Pemkab terus berupaya menangani dampak bencana, termasuk membantu warga miskin dan duafa membersihkan rumah mereka dari timbunan lumpur dan tanah tebal yang tidak dapat dibersihkan secara manual. Untuk penanganan berbagai kerusakan tersebut, Pemkab Bireuen telah mengajukan usulan bantuan kepada pemerintah pusat. (*)

Narator: Syita

Video Editor: Muhammad Anshar 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved