Jumat, 24 April 2026

Video

VIDEO - Dua Desa di Bireuen Masih Terdampak Parah Pascabanjir Bandang

Selain rumah penduduk, sejumlah fasilitas umum juga rusak parah, termasuk jembatan rangka baja yang putus.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: m anshar

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Desa Alue Limeng di Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, menjadi salah satu lokasi terdampak paling parah akibat banjir bandang akhir November lalu. Sebanyak 47 unit rumah ambruk dan berubah menjadi aliran sungai, sementara belasan rumah lainnya terancam ambruk akibat abrasi.

Hingga Minggu (4/1/2025), sebanyak 165 kepala keluarga atau 615 jiwa warga Alue Limeng masih mengungsi. Mereka menempati meunasah, tenda darurat, serta rumah keluarga di lokasi yang aman. Aliran Sungai Krueng Peusangan di wilayah tersebut kini melebar dan telah mengubah bekas permukiman warga menjadi bagian dari sungai.

Selain rumah penduduk, sejumlah fasilitas umum juga rusak parah, termasuk jembatan rangka baja yang putus.

Sementara itu, akses menuju Desa Salah Sirong di Kecamatan yang sama hingga kini masih sangat sulit. Desa terpencil itu mengalami kerusakan hebat dengan 63 unit rumah hilang terseret arus dan 18 rumah lainnya rusak. Ruas jalan dan jembatan menuju desa tersebut putus total.

Berdasarkan pantauan, jalan utama dari Alue Limeng menuju Salah Sirong telah berubah menjadi aliran sungai. Jalan alternatif yang dibuka melalui kebun warga dan lereng bukit masih sulit dilalui, dan hanya bisa dijangkau dengan kendaraan jenis trail atau double cabin. (*)

Narator: Syita

Video Editor: Muhammad Anshar

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved