Kamis, 23 April 2026

Video

VIDEO - Pelabuhan Krueng Geukueh Terima 2.500 Ton Bantuan Logistik PMI

Bantuan logisyik tersbeut akam diperuntukan untuk membantu korba. Banecana di tiga provinsi, yakni Provinsi Aceh

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Rahmat Erik Aulia

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Kapal Omarrasheed milik perusahaan Kalla Line yang mengangkut 2.600 ton logistik bantuan dari PMI bersandar di Pelabuhan Krueng Geukueh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Jumat (9/1/ 2025).

Bantuan logisyik tersbeut akam diperuntukan untuk membantu korba. Banecana di tiga provinsi, yakni Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kedatangan Kapal Kalla Line tersebut, disambut langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau dek Fad dan Ketua PMI Aceh, Murdani Yusuf.

Bantuan kemanusiaan yang diangkut menggunakan kapal milik Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Yusuf Kalla  ini berisikan 500 ton beras, puluhan alat berat, alat tulis, bahan pangan, peralatan ibadah dan kebutuhan pendidikan.

Ketua PMI Aceh, Murdani mengatakan, bantuan kemanusiaan disalurkan tersebut sebagiannya bersumber dari sumbangan donatur berbagai pengusaha serta perusahaan yang disalurkan melalui PMI.

Sedangkan tiga kabupaten lainnya, kata dia, seperti Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues juga akan  dibantu pembersihan. Hanya saja jumlah alat berat yang dikerahkan lebih sedikit.

Dikatakan Murdani, sebagian bantuan akan diserahkan lewat pemerintah kabupaten atau kota, sedangkan sebagian lainnya diserahkan langsung oleh PMI di masing-masing daerah.

Murdani memastikan PMI terus bersama pemerintah untuk membantu pemulihan Aceh pascabanjir. Termasuk diantaranya pada saat rehabilitasi dan rekonstruksi.

Sementara itu Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah meminta kepada seluruh elemen masyarakat khususnya bagi para pengungsi, jika masih kekurangan bantuan logistik untuk segera melaporkan, dengan begitu pengiriman bisa dilakukan lewat darat dan udara.

Dek Fad menyebutkan, saat ini di Aceh sendiri sudah memasuki tahapan pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap). Mengingat bulan suci Ramadan sudah di depan mata. (*)

Host  : Siti Masyithah 
Editor: Rahmat Erik Aulia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved