Video
VIDEO - Penjelasan Kapolda Aceh Terkait Eks Brimob Jadi Tentara Bayaran Rusia
Yang bersangkutan sudah tidak aktif secara fisik serta sudah mendapatkan hukuman beberapa kali, yakni hukuman karena KDRT terhadap keluarga.
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: m anshar
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah, mengaku pihaknya belum mengetahui motif di balik Bripda Muhammad Rio melakukan deserse dan diduga bergabung dengan tentara bayaran Rusia.
Hingga kini, pihaknya belum dapat mendalami alasan yang bersangkutan lantara belum berhasil ditemui secara langsung. Namun, dugaan beredar ia tertarik bergabung dengan tentara bayaran Rusia karena gaji yang tinggi.
Hal itu disampaikan Kapolda saat diwawancarai di sela-sela acara konsolidasi pelaksanaan Program MBG di Aceh, di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Sabtu (17/1/2026).
Irjen Marzuki menjelaskan, dari hasil pendataan awal, Bripda Rio sebenarnya memang sudah tidak aktif bertugas di Kepolisian. Di mana, yang bersangkutan tercatat mendaftar untuk keberangkatan ke luar negeri pada 8 Desember 2025. Sehari setelahnya, ia mengurus paspor, kemudian membeli tiket pada 18 Desember 2025. Kemudian, pada tanggal tanggal 19 yang bersangkutan berangkat ke Cina, dan lanjut ke Rusia.
Terkait status keanggotaan, Irjen Marzuki mengungkap, bahwa Bripda Rio sebelumnya juga telah menjalani sejumlah pelanggaran disiplin dan kode etik. Bahkan, yang bersangkutan sudah tidak aktif secara fisik serta sudah mendapatkan hukuman beberapa kali, yakni hukuman karena KDRT terhadap keluarga dan juga meninggalkan dinas.
Dalam sidang yang dilakukan Propam Polda Aceh yang bersangkutan juga diputuskan tidak layak lagi menjadi anggota Polri.
Berdasarkan data manifest keberangkatan ke luar negeri, Polda Aceh memastikan tidak ada anggota Polri lain yang keluar negeri atau mengikuti jejak Bripda Rio dalam periode tersebut.
Berkaca dari kasus tersebut, Irjen Marzuki mengatakan, bahwa pohaknya terus memperkuat kerja sama dengan pihak penerbit izin, khususnya Imigrasi, untuk mengantisipasi hal serupa kembali terjadi.
Irjen Marzuki menegaskan bahwa pengawasan internal di tubuh Polri khususnya di Polda Aceh terus berjalan melalui berbagai fungsi pengawasan.
Pihaknya juga mengimbau seluruh anggota Polri untuk tetap menjaga loyalitas dan kerahasiaan negara dalam menjalankan tugas. (*)
Narator: Syita
Video Editor: Muhammad Anshar