Selasa, 12 Mei 2026

Video

VIDEO - Sosok Kapten Andy Dahananto, Pilot ATR 42-500 yang Juga Direktur Operasi PT IAT

Manifest penerbangan mencatat total 11 orang berada di dalam pesawat, terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang

Tayang:

SERAMBINEWS.COM – Tragedi hilangnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Sulawesi Selatan membuka fakta mengejutkan. Pesawat yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) siang itu ternyata dikendalikan langsung oleh Kapten Andy Dahananto, seorang pilot senior yang juga menjabat sebagai Direktur Operasi PT IAT.

Andy Dahananto bukan sosok asing di dunia penerbangan nasional. Lahir pada 1967, ia merupakan lulusan Juanda Flying School angkatan 1987 dan memulai karier sebagai pilot fixed wing sejak 1988. Puluhan tahun pengalamannya di udara mengantarkan Andy ke posisi strategis sebagai Direktur Operasi PT IAT sejak 2019.

Dalam penerbangan nahas tersebut, Andy bertugas sebagai kapten pilot sekaligus penanggung jawab operasional. Pesawat ATR 42-500 itu disewa Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menjalankan misi pengawasan.

Baca juga: Fakta dan Kronologi Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros, Disewa KKP Untuk Tujuan Berikut

Pesawat lepas landas dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta dengan tujuan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Namun sekitar pukul 13.17 WITA, pesawat dilaporkan hilang kontak di kawasan pegunungan Leang-Leang, Kabupaten Maros.

Berdasarkan data Flightradar24, pesawat tercatat lepas landas pukul 08.08 WIB. Sementara FlightAware mencatat kontak terakhir terjadi pada pukul 12.22 WITA sebelum sinyal pesawat menghilang.

Basarnas Makassar langsung mengerahkan 40 personel gabungan, dilengkapi drone serta dukungan TNI dan Polri untuk menyisir area yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat, termasuk kawasan Gunung Bulusaraung di Kabupaten Pangkep.

Manifest penerbangan mencatat total 11 orang berada di dalam pesawat, terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang. Selain Kapten Andy Dahananto, kru pesawat terdiri dari Yudha Mahardika (First Officer), Sukardi, Hariadi, Franky D. Tanamal, Junaidi, serta dua awak kabin Florencia Lolita dan Esther Aprilita S.

Sementara tiga penumpang dalam penerbangan tersebut adalah Deden, Ferry, dan Yoga, yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan. Staf Khusus Menteri KP, Doni Ismanto, membenarkan bahwa ketiganya tengah menjalankan tugas pengawasan sumber daya kelautan.

Hingga Minggu (18/1/2026), tim gabungan masih melanjutkan operasi pencarian setelah ditemukan puing-puing yang diduga milik pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung. Proses pencarian dan evakuasi terus dilakukan di tengah medan yang sulit dan cuaca yang menantang.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved