Rabu, 13 Mei 2026

Video

VIDEO - Co-Pilot ATR 42-500 Ternyata Anak Karyawan PT Vale, Dikenal Berprestasi Sejak Sekolah

Sejak duduk di bangku sekolah, Farhan dikenal aktif dan menonjol. Ia pernah menjabat sebagai Ketua OSIS SMP Islam Athirah Makassar periode 2014–2015

Tayang:

SERAMBINEWS.COM – Sosok Muh. Farhan Gunawan menjadi perhatian publik setelah namanya tercatat sebagai salah satu korban hilang dalam tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di perbatasan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).

Dalam penerbangan nahas tersebut, Farhan bertugas sebagai co-pilot pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar.

Belakangan terungkap, Farhan merupakan anak dari seorang karyawan PT Vale Indonesia. Latar belakang keluarga tersebut membentuknya tumbuh dalam lingkungan disiplin dan penuh dorongan untuk terus berprestasi.

Baca juga: Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Gunung Bulusaraung, Menhub Ungkap Kondisi Pesawat Sebelum Tragedi

Sejak duduk di bangku sekolah, Farhan dikenal aktif dan menonjol. Ia pernah menjabat sebagai Ketua OSIS SMP Islam Athirah Makassar periode 2014–2015, lalu kembali dipercaya menjadi Ketua OSIS SMA Islam Athirah pada periode 2016–2017.

Mantan Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril, menggambarkan Farhan sebagai sosok visioner dengan jiwa kepemimpinan yang kuat sejak usia remaja.

Usai lulus SMA, Farhan menapaki jalur pendidikan penerbangan dengan serius. Ia tercatat sebagai alumni Deraya Flying School (2019), Indonesia Civil Pilot Academy (2019–2020), serta Bali International Flight Academy (2021).

Ia berhasil meraih lisensi Commercial Pilot License–Instrument Rating dengan Multi Engine Rating (CPL-IR ME) pada 2020. Dalam profil LinkedIn miliknya, Farhan menuliskan bahwa ia memilih profesi pilot karena menilai pesawat sebagai moda transportasi paling efisien dan aman.

Farhan juga mengungkapkan cita-citanya menjadi First Officer di berbagai jenis pesawat dan berkontribusi dalam meningkatkan mobilitas masyarakat melalui dunia penerbangan.

Dedikasi tersebut membawanya dipercaya sebagai co-pilot pesawat ATR 42-500 bernomor registrasi PK-THT. Namun takdir berkata lain, pesawat yang membawa Farhan bersama 10 orang lainnya ditemukan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung pada Minggu (18/1/2026).

Proses evakuasi menghadapi tantangan berat akibat medan terjal dan cuaca gerimis. Sementara itu, pihak keluarga Farhan masih berharap akan adanya keajaiban bagi keselamatan sang putra.

Rombongan keluarga Farhan telah tiba di Makassar sejak dini hari setelah menempuh perjalanan panjang dari Malili, Kabupaten Luwu Timur, untuk mendapatkan kabar langsung terkait pencarian.

Namun kedua orang tua Farhan tidak ikut ke posko pencarian. Sang ayah memilih tetap mendampingi ibu Farhan yang kondisinya menurun akibat tekanan psikologis berat setelah menerima kabar kecelakaan tersebut. Ibu Farhan bahkan harus dilarikan ke Rumah Sakit AURI untuk mendapatkan perawatan intensif.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved