Jumat, 24 April 2026

Video

VIDEO - Semburan Gas dari Sumur Bor Bikin Kaget Warga Aceh Timur

Melihat kondisi yang tidak biasa tersebut, para pekerja langsung menghentikan aktivitas pengeboran dan melaporkannya kepada aparatur gampong

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Teuku Raja Maulana

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Warga Gampong Paya Deumam Lhee, Kecamatan Pante Bidari I, Kabupaten Aceh Timur, dibuat geger oleh kejadian tak terduga saat melakukan pengeboran sumur air. Alih-alih menemukan sumber air bersih, dari lubang bor justru muncul semburan lumpur bercampur gas, Senin (19/1/2026).

Peristiwa ini bermula ketika sejumlah pekerja melakukan pengeboran sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih Masjid Paya Deumam Lhee. Saat kedalaman bor mencapai sekitar 45 meter, lumpur tiba-tiba menyembur keluar dengan tekanan cukup kuat dan diduga mengandung gas.

Melihat kondisi yang tidak biasa tersebut, para pekerja langsung menghentikan aktivitas pengeboran dan melaporkannya kepada aparatur gampong. Laporan itu kemudian diteruskan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Timur.

Baca juga: Sumur Bor Semburkan Gas Muncul di Aceh Timur, Bupati Minta Hentikan Pengeboran

Menindaklanjuti laporan warga pada Selasa (20/1/2026), tim DLH Aceh Timur bersama tim ahli dari PT Medco E&P Malaka turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi gas (gas detector).

Kepala DLH Aceh Timur, Muslidar, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya gas berbahaya. “Setelah dilakukan pengecekan, tidak terdeteksi gas H2S maupun gas beracun lain yang dapat membahayakan manusia,” ujarnya.

Hasil uji lapangan menunjukkan adanya rembesan gas dari pori-pori tanah dengan kadar yang relatif rendah. Warga pun diminta tetap tenang karena konsentrasi gas tersebut masih di bawah ambang gas rumah tangga pada umumnya.

Meski tidak berbahaya, tim ahli merekomendasikan agar sumur bor tersebut ditutup secara permanen demi alasan keselamatan. Saat ini, area di sekitar lokasi telah dipasangi garis polisi untuk mencegah warga mendekat.

Muslidar menambahkan, kejadian tersebut telah dilaporkan kepada Bupati Aceh Timur Al-Farlaky. “Bupati meminta agar sumur itu ditutup dan pengeboran sumur air dilakukan di lokasi lain,” katanya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved