Minggu, 26 April 2026

Video

VIDEO Media Asing Soroti Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Buatan AS Sebuat Ada Resiko

Middle East Monitor menyebut peran Indonesia tidak akan netral, terutama sebagai negara mayoritas Muslim terbesar di dunia

Editor: T Nasharul

SERAMBINEWS.COM - Media asing ramai-ramai menyoroti keputusan Indonesia bergabung Dewan Perdamaian Gaza pimpinan Presiden AS Donald Trump. 

Mereka menilai seharusnya Indonesia tidak bergabung dengan organisasi tersebut. 

Pasalnya ada risiko yang kemungkinan diterima Indonesia. 

Middle East Monitor menjadi salah satu media asing yang turut menyoroti keputusan Indonesia, melalui artikel yang terbit pada Rabu (21/1/2026).

Bahkan partisipasi ini akan menjadi kegagalan moral yang besar. 

Secara konsisten, Indonesia menolak menormalisasi hubungan dengan Israel. 

Baca juga: 35 Negara Gabung Dewan Perdamaian Trump, Indonesia Perlu Rp16,8 T untuk Jadi Anggota Tetap

Indonesia juga membela kedaulatan negara Palestina berdasarkan hukum internasional.

Sementara keputusan bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza yang dipimpin Trump dinilai akan bertentangan langsung dengan prinsip-prinsip Indonesia.

Pasalnya dalam organisasi itu, AS dinilai melegitimasi dampak genosida. 

Middle East Monitor menyebut peran Indonesia tidak akan netral, terutama sebagai negara mayoritas Muslim terbesar di dunia. 

Partisipasinya dinilai akan digunakan untuk menutupi kerangka kerja yang sangat tidak adil yang dipaksakan tanpa persetujuan Palestina.

Pendapat senada dituliskan media asal China yakni CNA. 

Dalam artikelnya, media tersebut menilai Indonesia akan terjebak di dalam lingkaran pro-Amerika yang akan memprioritaskan agenda Trump.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved