Minggu, 19 April 2026

Video

VIDEO Ini Kronologis Santri Tumbang Diduga Usai Santap MBG di Aceh Singkil 

Awalnya dikira sakit biasa, namun sampai di pondok santriwati yang muntah mencapai puluhan.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: T Nasharul

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Puluhan santri Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil, di Desa Bukti Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Singkil

Setelah mengeluhkan sakit perut, pusing, mual dan muntah diduga usai menyantap menu makanan bergizi gratis (MBG). 

Puluhan santri tersebut dilarikan ke rumah sakit, Rabu (11/2/2026) malam secara bergelombang. 

Setelah mendapat penanganan darurat para santri masih menjalani perawatan untuk pemulihan di RSUD Aceh Singkil di kawasan Gunung Laga.

Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil, Hj Asmawati, saat ditemui, Kamis (12/2/2026) menyampaikan kronologis kejadian yang menimpa santrinya.

Menurutnya santri mulai mengeluhkan sakit usai pengajian sore selepas shalat ashar. 

Awalnya dikira sakit biasa, namun sampai di pondok santriwati yang muntah mencapai puluhan.

Baca juga: Program MBG untuk Lansia Segera Dimulai, Prioritaskan Usia 75 Tahun yang Tinggal Sendiri

Mencegah hal tak diinginkan Hj Asmawati segera menghubungi pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Nafasindo yang lokasinya dekat pesantren untuk meminta bantuan mobil ambulance.

Pihaknya juga menghubungi Satuan Pelayanan Pemunuhan Gizi (SPPG) Yayasan Nasabe Sajan Yatim yang bertetangga untuk meminjam mobil membawa santri ke rumah sakit. 

Terkait sakitnya para santri diduga usia konsumsi menu MBG, Hj Asmawati mengaku tidak mau berspekulasi. 

Kebiasaan dari santri sebutnya, mendapat menu MBG sekitar pukul 10.00 WIB. Makanan tersebut baru disantap setelah selesai shalat duhur.

Hj Asmawati juga menyebutkan tidak semua santrinya sakit. Berdasarkan catatannya santri yang dirawat di RSUD Aceh Singkil ada 32 orang dan 1 orang ustadz pesantren. 

Asmawati menyebutkan saat hari kejadian tidak ada santri yang jajan, padahal biasanya dalam sehari kantin yang tersedia di kompleks pesantren mendapatkan Rp 200 ribu dari jajan santri. 

Mengenai makan sehari-hari santri untuk pagi dan malam dimasakkan pihak pesantren. 

Sedangkan makan siang, karena ada menu MBG tidak dimasakkan pihak pesantren. 

Ia berharap para santrinya segera pulih seperti sedia kala. "Segera sehat, ada juga yang ga kena mungkin karena fisik mereka kuat," ujarnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved