Senin, 27 April 2026

Video

VIDEO Abiya Jeunieb Serahkan Kunci Rumah BMU ke-125 Kepada Wanita Mualaf

Ia menjelaskan, balai pengajian yang diresmikan bersamaan dengan penyerahan rumah tersebut diperuntukkan bagi para mualaf,

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: T Nasharul

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Aceh Besar 

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR – Ketua Umum Barisan Muda Ummat (BMU) Pusat, Tgk Muhammad Yusuf Nasir atau yang akrab disapa Abiya Jeunieb, menyerahkan kunci rumah layak huni ke-125 kepada seorang wanita mualaf, Annisa Mutia Mutmainnah, di Gampong Neuheun, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (14/2/2026).

Rumah tersebut merupakan bagian dari program Gerakan Peduli Ummat yang dikelola BMU sebagai wadah penyaluran donasi masyarakat. Selain penyerahan kunci rumah, dalam kesempatan itu turut dilakukan peresmian dan peusijuk (tepung tawar) satu unit balai pengajian yang dibangun tepat di samping rumah penerima manfaat.

Abiya Jeunieb mengatakan, penyerahan rumah bernomor 125 itu merupakan wujud kepedulian BMU dan Wanita Peduli Ummat (WPU) terhadap para mualaf yang dinilai perlu mendapatkan perhatian khusus.

Ia menjelaskan, balai pengajian yang diresmikan bersamaan dengan penyerahan rumah tersebut diperuntukkan bagi para mualaf, baik perempuan maupun laki-laki, serta untuk kegiatan belajar mengajar umat Islam di sekitar lokasi.

Termasuk digunakan untuk TPA dan tempat tersebut direncanakan bakal dijadikan sebagai center mualaf sekota Banda Aceh dan Aceh Besar.

Baca juga: Abiya Jeunieb Pimpin Zikir Akbar dan Tausiah di Mapolres Bireuen

Menurut Abiya, para mualaf diprioritaskan dalam program sosial BMU karena hal itu merupakan perintah agama. Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap mualaf menjadi tanggung jawab bersama umat Islam.

Abiya juga menyampaikan, lahan seluas 1.000 meter persegi tempat berdirinya rumah dan balai pengajian tersebut merupakan hasil dukungan para dermawan yang menitipkan donasi melalui BMU.

BMU hanya penanggung jawab, panitia kebajikan. Kehadiran BMU sebagai jembatan untuk mempertemukan nilai-nilai kebaikan dari para donatur. 

Ia menyebutkan, bantuan tersebut berasal dari berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk sejumlah tokoh dan pejabat daerah. Namun, ia tidak merinci seluruh nama penyumbang.

Diketahui, Annisa Mutia Mutmainnah, awalnya merupakan warga Gampong Lueng Bata, Kota Banda Aceh. Ia merupakan seorang Mualaf asal Medan (Sumatera Utara) yang sudah janda.

Sebelumnya, Annisa tinggal bersama tiga anaknya di rumah sewa di Gampong Lueng Bata. Untuk kebutuhan sehari-hari Annisa bekerja membuat kue dengan upah Rp 1 juta per bulan.

Selama menjadi mualaf Annisa dikabarkan juga telah menjadi penghafal Al-Quran. Tak hanya itu, ia juga menguasai beberapa bahasa seperti Bahasa Inggris, Arab dan Mandarin.

Selama ini, Annisa menjadi salah satu wanita yang membimbing mualaf lain yang ada di sekitar Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved