VIDEO MUTIARA RAMADHAN - Keistimewaan Bulan Ramadhan
Ada salat malam berjamaah yang tidak ada di bulan lain dan ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan
Oleh KH M Cholil Nafis, Ph.D
Wakil Ketua Umum MUI Periode 2025-2030
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan nikmat iman, nikmat Islam, serta nikmat umur dan kehidupan.
Pemirsa Tribun di manapun berada, Alhamdulillah, kita telah memasuki bulan yang sangat dinantikan oleh orang-orang beriman. Bagi orang yang beriman, datangnya bulan Ramadhan adalah kebahagiaan. Karena itu, mereka mempersiapkannya jauh-jauh hari.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah menyambut Ramadhan sejak dua bulan sebelumnya dengan doa yang kita kenal:
Baca juga: Lafaz Niat Doa Mandi Keramas Sebelum Puasa Ramadhan, Ini Waktu Terbaik dan Tata Cara Mengerjakannya
Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya’ban wa ballighna Ramadhan.
“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.”
Inilah tanda kebahagiaan Nabi dalam menyambut Ramadhan. Bahkan, sebagian ulama salaf disebutkan telah mempersiapkan diri sejak enam bulan sebelumnya. Mengapa Ramadhan begitu istimewa bagi orang beriman? Karena di bulan inilah terjadi keintiman yang luar biasa antara seorang hamba dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Namun, bagi orang yang tidak beriman, Ramadhan justru terasa menakutkan. Sebelum Ramadhan datang, mereka berkata, “Ayo kumpul-kumpul, makan-makan dulu sebelum siang hari tidak bisa makan.” Seakan-akan Ramadhan adalah momok yang harus dihindari, karena selama sebulan penuh kaum Muslimin diwajibkan berpuasa.
Di sinilah Ramadhan menjadi ujian keimanan kita:
Apakah kita menyambutnya dengan bahagia, penuh suka cita, atau justru menganggapnya sebagai beban?
Jemaah rahimakumullah, pemirsa sekalian,
Baca juga: Persiapan Ramadhan 2026, Ini Niat Puasa dan Kumpulan Doa Harian Lengkap
Keistimewaan Ramadhan bagi orang beriman yang pertama adalah kedekatan dan keintiman dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, keintiman yang tidak kita temukan dalam ibadah lainnya.
Allah berfirman dalam hadis qudsi, bahwa setiap amal anak Adam kembali kepada dirinya sendiri. Salat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Zakat kembali kepada kita dengan membersihkan harta dan menolong sesama. Haji pun memberikan manfaat rohani dan jasmani.
Namun puasa berbeda. Allah berfirman:
“Puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
Berapa balasannya? Tidak ada yang tahu. Allah memberikan balasan minimal sepuluh kali lipat, bisa tujuh ratus kali lipat, bahkan bisa lebih baik daripada seribu bulan, sebagaimana kemuliaan Lailatul Qadar.
| Bertemu Nazhir Baitul Asyi Keturunan Aceh di Mekkah, Ayo Belajar Wakaf ke Saudi |
|
|---|
| Digitalisasi Arsip Pemerintah Aceh Raih Nilai 91,51, Bukti Reformasi Birokrasi Makin Modern |
|
|---|
| AS Makin 'Mesra' dengan Israel! Upaya Demokrat Gagalkan Kerja Sama Militer Gagal Total |
|
|---|
| Zaheeri Jagokan Brasil Juara Piala Dunia 2026, Terinspirasi Filosofi Jogo Bonito |
|
|---|
| Update Hari ke-98 Perang Iran: Hizbullah Tolak Gencatan Senjata, Israel Terus Gempur Lebanon |
|
|---|