VIDEO MUTIARA RAMADHAN - Keistimewaan Bulan Ramadhan
Ada salat malam berjamaah yang tidak ada di bulan lain dan ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan
Inilah makna berkah: bertambahnya kebaikan. Puasa menjadi ibadah yang sangat istimewa karena dilakukan secara rahasia. Ketika kita salat, orang lain melihat. Ketika zakat, orang lain tahu. Ketika haji, banyak orang terlibat. Tetapi puasa, tidak ada yang tahu kecuali Allah.
Baca juga: Harga Emas Pegadaian Terjun Bebas H-1 Ramadhan, Cek Harga UBS dan Galeri24 Hari Ini 18 Februari 2026
Seseorang yang tidak berpuasa karena haid, nifas, atau sakit siapa yang tahu? Begitu juga orang yang berpuasa siapa yang tahu? Kecuali ia sendiri dan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Inilah keistimewaan puasa: hubungan langsung antara hamba dan Sang Pencipta.
Lebih istimewa lagi, kita meninggalkan makanan dan minuman yang halal yang tersedia di rumah kita sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, semata-mata karena perintah Allah. Inilah bentuk ketundukan dan kedekatan kepada-Nya.
Selain pahala yang berlipat ganda, Ramadhan juga menghadirkan ampunan dosa. Ampunan adalah nikmat yang sangat berharga, karena setiap hari kita tidak lepas dari dosa apa yang kita lihat, dengar, ucapkan, bahkan dari aktivitas sederhana seperti bermedia sosial.
Ketika Allah mengampuni dosa-dosa kita, Allah juga memberkahi amal-amal kita. Umur kita terbatas rata-rata 60 hingga 70 tahun, namun dengan keberkahan Ramadhan, Allah melipatgandakan kebaikan sehingga kita bisa meraih pahala besar dalam waktu singkat.
Karena itu, mari kita manfaatkan Ramadhan sebaik-baiknya. Di dalamnya ada salat malam berjamaah yang tidak ada di bulan lain, yaitu salat tarawih. Ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar.
Baca juga: Begini Bacaan Doa Mandi Wajib sebelum Puasa Ramadhan
Perbanyaklah salat, perbanyaklah doa, dan perbanyaklah membaca Al-Quran. Jika kita ingin berbicara kepada Allah, maka berdoalah. Jika kita ingin Allah berbicara kepada kita, maka bacalah Al-Quran.
Para ulama terdahulu, seperti Imam Syafi’i, mengkhatamkan Al-Quran puluhan kali di bulan Ramadhan. Maka kita pun hendaknya memiliki target: berapa kali khatam, berapa banyak sedekah, dan seberapa besar peningkatan ibadah kita.
Ramadhan adalah kesempatan untuk meninggalkan hawa nafsu, mengasah spiritual, dan mendekatkan diri kepada Allah. Belum tentu kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan berikutnya, maka jangan sia-siakan kesempatan ini.
Isilah Ramadhan dengan ibadah, kurangi kesibukan duniawi yang tidak perlu, dan perbanyak mendekatkan diri kepada Allah, termasuk dengan i’tikaf menjauh dari keramaian untuk berdiam di rumah Allah.
Semoga Ramadhan ini menjadi momentum bagi kita untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, membersihkan jiwa dan raga, serta meraih ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Terima kasih atas perhatian pemirsa sekalian.
Kurang lebihnya mohon maaf.
Wallahu al-muwaffiq ila aqwamis sabil.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
| Bertemu Nazhir Baitul Asyi Keturunan Aceh di Mekkah, Ayo Belajar Wakaf ke Saudi |
|
|---|
| Digitalisasi Arsip Pemerintah Aceh Raih Nilai 91,51, Bukti Reformasi Birokrasi Makin Modern |
|
|---|
| AS Makin 'Mesra' dengan Israel! Upaya Demokrat Gagalkan Kerja Sama Militer Gagal Total |
|
|---|
| Zaheeri Jagokan Brasil Juara Piala Dunia 2026, Terinspirasi Filosofi Jogo Bonito |
|
|---|
| Update Hari ke-98 Perang Iran: Hizbullah Tolak Gencatan Senjata, Israel Terus Gempur Lebanon |
|
|---|