Sabtu, 6 Juni 2026

Video

VIDEO NGABUBURIT AYISK: Masjid Raya Fatimah, Langganan para Pengantin

Ukiran raksasa itu bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan simbol kuatnya akar tradisi lokal yang dihadirkan dalam balutan kemegahan

Tayang:

Konon, Al-Qur’an tersebut pemberian Keraton Kasunanan Surakarta dan berusia lebih dari 250 tahun, menjadi daya tarik yang memikat perhatian jemaah.

Sejarah berdirinya masjid ini juga menyimpan kisah tersendiri. Awalnya, bangunan masjid berada di kawasan Batik Danarhadi Kemlayan. Pembangunannya merupakan inisiatif keluarga besar pemilik Batik Danarhadi, almarhum H Santosa Doellah.

"Nama “Fatimah” diambil dari ibunda pemilik Batik Danarhadi sebagai simbol kasih sayang sekaligus bentuk penghormatan kepada sang ibu," ujar Ustaz Muhammad Hanif, Manajer Masjid Raya Fatimah, saat ditemui pada Selasa (10/2/2026).

Kini, selain menjadi lokasi pernikahan, Masjid Raya Fatimah juga berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan. Program Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) rutin digelar untuk anak-anak di sekitar masjid.

Saat Ramadhan, kata Hanif, suasana semakin semarak dengan berbagai kegiatan ibadah dan kajian sembari menunggu waktu berbuka puasa. Bahkan, para musafir diperkenankan menginap hingga tiga hari.

Lebih dari sekadar tempat salat, Masjid Raya Fatimah telah menjelma menjadi ruang yang menyatukan nilai spiritual, budaya, dan cinta. Di sanalah, doa-doa dipanjatkan, ilmu ditanamkan, dan janji suci diikrarkan—menguatkan posisinya sebagai salah satu ikon religi sekaligus romantisme di Kota Solo.(Tribun-Video.com/Nurma Aisyah)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved