Kamis, 4 Juni 2026

Video

VIDEO - AS Kerahkan F-22 hingga F-35, Israel Siaga Penuh Hadapi Iran

Sinyal bahaya makin menguat setelah mantan Kepala Intelijen Militer Israel, Amos Yadlin, mengisyaratkan khusus

Tayang:

SERAMBINEWS.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Militer Amerika Serikat dilaporkan memindahkan puluhan jet tempur canggih ke kawasan tersebut hanya dalam satu hari, memicu spekulasi kuat soal potensi konfrontasi terbuka dengan Iran.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan sejumlah pesawat tempur generasi terbaru, mulai dari F-22 Raptor, F-35 Lightning II, hingga F-16 Fighting Falcon, bergerak menuju Timur Tengah. Pesawat pengisian bahan bakar udara juga terdeteksi ikut dalam pergerakan tersebut, menandakan operasi skala besar tengah dipersiapkan.

Sinyal bahaya makin menguat setelah mantan Kepala Intelijen Militer Israel, Amos Yadlin, mengisyaratkan bahwa benturan antara Washington dan Teheran bisa terjadi dalam waktu dekat. Laporan Axios bahkan menyebut potensi konflik ini dapat berkembang menjadi kampanye militer panjang selama beberapa pekan.

Baca juga: Rusia-Iran-China Kirim Kapal Perang, Gelar Latihan Laut Gabungan di Selat Hormuz

Seorang pejabat Gedung Putih, menurut laporan tersebut, memperkirakan peluang terjadinya serangan dalam waktu dekat mencapai 90 persen. Operasi militer itu disebut-sebut berpotensi menjadi aksi gabungan Amerika Serikat dan Israel, dengan skala yang lebih besar dibandingkan serangan 12 hari pada Juni lalu.

Meski demikian, Yadlin mengingatkan bahwa negara-negara besar tidak serta-merta terjun ke medan perang dalam hitungan hari. Jalur diplomatik dinilai masih akan ditempuh sebelum keputusan final diambil. Ia juga menyoroti bahwa Pentagon belum sepenuhnya merinci tujuan akhir dari kemungkinan operasi tersebut.

Sorotan juga mengarah kepada Presiden AS Donald Trump yang disebut menunjukkan tekad kuat. Seorang penasihatnya menyatakan bahwa Trump “sudah muak” dan kini tidak hanya mengeluarkan ancaman, tetapi juga mempersiapkan opsi militer secara nyata.

Di pihak lain, Israel menyatakan kesiapan penuh. Anggota Knesset Boaz Bismuth menegaskan bahwa masyarakat Israel telah mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk skenario terburuk.

Dengan pengerahan alutsista mutakhir, pernyataan keras para pejabat, serta manuver diplomatik yang belum membuahkan titik terang, kawasan Timur Tengah kini berada di fase paling krusial dalam beberapa bulan terakhir. Dunia menanti apakah ini sekadar tekanan strategis, atau awal dari babak baru konflik berskala besar.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved