Video
VIDEO MUTIARA RAMADHAN - Nada Irama Ramadhan
Tangisan syukur karena bisa beriktikaf, berzikir, mengkhatamkan Al-Qur’an, dan melaksanakan Qiyamul Lail.
Oleh Prof (Madya). Dr. Nurhadi,SPdi, S.E.Sy, M.Sy, MH, M.Pd
Dai Riau
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah.
Subhanaka la ‘ilma lana illa ma ‘allamtana innaka antal ‘alimul hakim. Rabbi isyrahli sadri wa yassirli amri wahlul ‘uqdatam mil lisani yafqahu qauli.
Segala puji bagi Allah SWT. Pada Ramadhan kali ini, Allah melimpahkan seluruh kebutuhan kita tanpa kurang sedikit pun. Semoga keberkahan menyertai kita sejak awal hingga akhir bulan suci ini, insya Allah. Selawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. Semoga dengan berkah selawat dan Ramadhan, kita dicatat sebagai hamba Allah dan umat Nabi Muhammad yang kelak mendapat syafaat di akhirat. Amin ya Rabbal ‘alamin.
Pemirsa Tribun, pada kesempatan Ramadhan kali ini kita akan mengangkat tema yang terasa dekat dengan anak muda, yakni “Nada Irama Ramadhan.”
Ramadhan adalah bulan yang paling dirindukan, ditunggu, dan disambut dengan penuh kegembiraan. Kegembiraan itu seakan memiliki nada dan irama tersendiri. Tentu, yang dimaksud adalah irama yang syar’i, yang mengiringi ibadah dan suasana Ramadhan.
Baca juga: VIDEO KILAU RAMADHAN: Bolehkah Membatalkan Puasa karena Sakit?
Irama-Irama Khas Ramadhan
Pertama, suara sahur. Irama ini hanya hadir di bulan Ramadhan. Ada yang memakai gendang, kaleng, bambu, bahkan pengeras suara masjid. Semua itu menjadi penanda awal hari puasa. Suasananya indah dan membangkitkan semangat.
Kedua, sirine imsak. Menjelang Subuh, terdengar bunyi singkat yang mengingatkan, “Imsak telah tiba, mari berniat puasa.” Suara ini khas, hanya ada di bulan Ramadhan.
Ketiga, azan Subuh dan salat berjamaah. Azan Subuh di bulan Ramadhan terasa berbeda. Masjid lebih ramai, jamaah sudah terbangun karena sahur, dan suasana ibadah terasa lebih hidup.
Keempat, kuliah Subuh dan kajian Duha. Setelah salat Subuh, banyak masjid menggelar kuliah Subuh dengan berbagai tema keislaman. Bagi yang melanjutkan, ada pula kajian Duha sebagai penguat ilmu dan iman.
Kelima, suasana Zuhur di masjid. Saat lelah bekerja atau panas menyengat, masjid menjadi tempat menenangkan diri. Salat berjamaah, mendengar tausiah, beristirahat sejenak, dan melanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an—itulah irama Ramadhan di siang hari.
Menjelang berbuka, kita mengenal istilah ngabuburit. Namun ngabuburit yang syar’i di bulan Ramadhan diisi dengan tilawah Al-Qur’an. Lantunan qari-qari yang merdu menggema di masjid-masjid.
Baca juga: VIDEO - Modernisasi Tanpa Kehilangan Ruh: Strategi AGH Faried Wadjedy di Mangkoso
Kemudian kultum—kuliah tujuh menit—sebelum berbuka. Lalu sirine berbuka yang paling dinanti. Saat terdengar, doa dipanjatkan bersama. Rasanya begitu khusyuk dan membahagiakan.
Memasuki waktu Isya dan Tarawih, terdengar bacaan dan lantunan pujian yang khas. Itu adalah ajakan untuk melaksanakan Qiyamul Ramadhan. Malam pun dipenuhi suara tadarus dari masjid dan langgar. Anak-anak, remaja, orang tua, hingga kakek-nenek melantunkan ayat-ayat suci dengan suara yang mungkin tak sempurna, tetapi sangat menyentuh hati.
| VIDEO - Diduga Perselingkuhan Terbongkar, Wanita Muda Jadi Sasaran Amarah di Depan Umum |
|
|---|
| VIDEO - Rusia Murka Kapal Tanker Disita Prancis, Sebut Mirip Pembajakan Internasional |
|
|---|
| VIDEO - Kak Na Rayakan Idul Adha Bersama Warga di Pedalaman Aceh Barat |
|
|---|
| VIDEO - Dramatis! Wanita di Situbondo Terjebak dalam Septic Tank Sedalam 4 Meter |
|
|---|
| VIDEO - Ratusan ASN Bireuen Ikuti Apel Gabungan dan Halal Bihalal Idul Adha 1447 H |
|
|---|