Video
VIDEO - Prof. Muhibbuththabary: Khatam Al-Qur’an Tak Cukup Hanya Membaca Terjemahan
Membaca Al-Qur’an secara hakiki adalah melafalkan langsung ayat-ayatnya dalam bahasa Arab
SERAMBINEWS.COM – Pertanyaan seputar boleh tidaknya mengkhatamkan Al-Qur’an hanya dengan membaca terjemahan menjadi pembahasan dalam podcast Kilau Ramadhan yang tayang sahur, Rabu (25/2/2026), di kanal YouTube Serambinews.
Dalam program yang diproduksi di studio Serambinews tersebut, Prof. Dr. Tgk. Muhibbuththabary, M.Ag selaku Ketua Dewan Pembina DPP ISAD menegaskan bahwa membaca terjemahan saja belum dianggap membaca Al-Qur’an secara hakiki.
Ia menjelaskan, Al-Qur’an diturunkan sebagai syifa’ (obat) bagi hati dan jiwa, sekaligus sebagai petunjuk dan rahmat bagi umat manusia. Karena itu, momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk memperkuat iman, ibadah, serta amal perbuatan melalui interaksi yang benar dengan Al-Qur’an.
Baca juga: VIDEO KILAU RAMADHAN: Bolehkah Membatalkan Puasa karena Sakit?
“Al-Qur’an itu dibaca dalam bentuk tilawah. Dibaca dengan tartil, pelan-pelan, dengan lisan kita. Terjemahan itu penting, tetapi membaca bahasa Indonesia saja belum membaca secara hakiki,” ujarnya.
Menurutnya, membaca Al-Qur’an secara hakiki adalah melafalkan langsung ayat-ayatnya dalam bahasa Arab, mulai dari Surah Al-Fatihah hingga surah-surah lainnya. Ia menekankan pentingnya membaca dengan lisan, baik secara perlahan (tartil) maupun dengan suara yang jelas (jahar).
Prof. Muhibbuththabary juga mengingatkan bahwa setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an akan dibalas sepuluh kebaikan oleh Allah SWT. Ia mencontohkan bacaan “Alif Lam Mim” yang terdiri dari beberapa huruf, masing-masing mengandung pahala tersendiri.
“Setiap huruf yang kita baca, Allah balas sepuluh kebaikan. Maka membaca Al-Qur’an itu sangat besar ganjarannya,” katanya.
Meski demikian, ia tetap menegaskan bahwa memahami dan mentadabburi isi Al-Qur’an juga merupakan bagian penting dari ibadah. Terjemahan, menurutnya, berfungsi membantu umat memahami makna, tetapi bukan pengganti tilawah itu sendiri.
Baca juga: VIDEO KILAU RAMADHAN - Teladani Sifat Qana’ah dari Musibah Banjir Aceh di Bulan Ramadhan
Ia pun mengajak umat Islam untuk menggairahkan semangat membaca Al-Qur’an selama Ramadan, tidak hanya mengejar khatam secara lafal, tetapi juga berusaha memahami dan mengamalkan kandungannya.
“Baca terus sampai kita bisa mengkhatamkan Al-Qur’an, baik secara lafalnya, amalnya, maupun pemahaman yang mentadabburkan Al-Qur’an,” pesannya.
Melalui penjelasan tersebut, ia berharap umat Islam semakin termotivasi menjadikan Ramadan sebagai momentum mendekatkan diri kepada Al-Qur’an secara utuh—membaca, memahami, dan mengamalkannya.(*)
| VIDEO - AS Mohon ke Iran Buka Selat Hormuz, di Tengah Memanasnya Konflik Lebanon |
|
|---|
| VIDEO - Jalan Tol Hingga Sepinya Saree, Ketika UMKM Tertinggal di Jalur Lama |
|
|---|
| VIDEO - Penyeberangan Pante Lhong Terganggu, Satu Perahu Hanyut Terbawa Arus |
|
|---|
| VIDEO - Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya Usai Shalat Isya |
|
|---|
| VIDEO - Polres Lhokseumawe Sita 1,5 Kg Sabu, Satu Tersangka Ditangkap, Tiga DPO |
|
|---|