Video
VIDEO - Perahu Getek Jadi Tulang Punggung Warga Pasca Jembatan Putus
Tarif penyeberangan dipatok Rp5.000 untuk pejalan kaki dan Rp10.000 untuk sepeda motor.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: m anshar
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Warga Desa Blang Panjoe dan Desa Kubu di Kecamatan Peusangan, Bireuen, akhirnya memiliki sarana transportasi darurat pasca putusnya Jembatan Pante Lhong akibat banjir besar November lalu. Warga setempat merakit sebuah perahu getek sederhana untuk menyeberangi sungai dan menghubungkan kembali kedua desa yang sempat terisolasi.
Perahu getek tersebut dirakit secara swadaya menggunakan 28 drum plastik berisi angin sebagai penyangga. Di atasnya, warga memasang papan kayu yang dirangkai rapi hingga membentuk bangunan berukuran 4,5 x 7 meter. Bangunan itu dilengkapi dinding, tempat duduk, dan mampu menampung sepeda motor.
Dua warga setempat mengoperasikan perahu dengan mesin Honda Prima yang menarik kabel seling dari tepi sungai. Dengan mekanisme itu, perahu bergerak perlahan dari barat ke timur. Warga yang menyeberang diwajibkan mengenakan pelampung demi keselamatan.
Tarif penyeberangan dipatok Rp5.000 untuk pejalan kaki dan Rp10.000 untuk sepeda motor. Perahu getek beroperasi hingga tengah malam untuk melayani mobilitas warga.
Pantauan di lokasi, Minggu (1/3/2026), aktivitas penyeberangan berlangsung lancar. Perahu getek buatan warga itu menjadi satu-satunya penghubung antara dua desa sebelum jembatan permanen dibangun kembali. (*)
Narator: Syita
Video Editor: Muhammad Anshar