VIDEO - Menjemput Hening di Tepi Samudera: Pesona Abadi Masjid Al Hakim Padang
Inspirasi arsitektur Taj Mahal di India terlihat jelas dari dominasi warna putih dan empat menara di setiap sudut bangunan
SERAMBINEWS.COM - Di sepanjang Jalan Nipah, Kota Padang, Sumatera Barat, saat langit senja mulai memerah dan ombak Samudera Hindia memecah di dinding penahan, suasana di pelataran Masjid Al Hakim terasa berbeda. Deru ombak dan hembusan angin laut berpadu menjadi alunan alami yang mengiringi langkah para jemaah yang datang mencari ketenangan.
Di bawah lima kubah putih yang menjulang, para pengunjung tak sekadar menunaikan salat. Mereka datang untuk menemukan kembali keheningan yang kerap hilang di tengah kesibukan Kota Padang. Masjid yang kerap dijuluki “Taj Mahal di Tepian Minang” ini berdiri anggun berlatar birunya laut, menghadirkan kontras yang memikat antara arsitektur megah dan lanskap pesisir.
Dindingnya yang putih bersih menjadi kanvas cahaya matahari terbenam, menghadirkan suasana ibadah yang terasa menyatu dengan alam dan Sang Pencipta. Pembangunan masjid ini dimulai pada September 2017 atas gagasan Haji Arnes Azwar, pengusaha asal Pekanbaru berdarah Minangkabau, yang menginginkan rumah ibadah tak hanya nyaman secara fungsi, tetapi juga indah secara estetika.
Baca juga: VIDEO - Ngabuburit Bareng Kebo Bule, Hewan Sakral Keraton Kasunanan
Inspirasi arsitektur Taj Mahal di India terlihat jelas dari dominasi warna putih dan empat menara di setiap sudut bangunan, yang menegaskan kemegahan arsitektur Islam di tepi pantai. Sejak resmi digunakan untuk salat berjemaah pada 4 September 2020, Masjid Al Hakim langsung menarik perhatian publik.
Lokasinya yang hanya sekitar 30 menit dari Bandara Internasional Minangkabau membuatnya mudah diakses wisatawan maupun warga setempat. Ketua Harian Masjid Al Hakim, Muhammad Muamar, menyebut pemilihan desain dan lokasi memang dirancang untuk menghadirkan pengalaman batin yang berbeda.
Saat memasuki pelataran, angin laut menyambut lembut setiap pengunjung. Lantai marmer yang sejuk menghadirkan rasa nyaman di tengah cuaca pesisir yang cenderung terik. Ruang utama masjid mampu menampung lebih dari 600 jemaah. Jendela-jendela besar memungkinkan cahaya dan udara alami mengalir bebas, menciptakan kesan ruang tanpa batas antara manusia, alam, dan Tuhan.
Keindahan masjid mencapai puncaknya menjelang Magrib. Banyak orang sengaja datang untuk menyaksikan matahari terbenam dengan latar kubah putih yang memantulkan cahaya senja. Saat malam tiba, permainan lampu warna-warni yang menerangi dinding masjid menciptakan pantulan indah di permukaan laut, membuat para pelancong betah berlama-lama di selasar.
Baca juga: Ramadhan, Empati, dan Solidaritas Sosial
Pengunjung seperti Eli dan Martini dari Pariaman mengaku terkesan dengan suasana yang tenang, fasilitas yang bersih, serta keramahan pengelola. Kenyamanan memang menjadi perhatian utama. Pengurus menyediakan tempat penitipan barang demi keamanan jemaah, sembari terus mengimbau pengunjung menjaga kebersihan agar kesucian dan keasrian masjid tetap terpelihara.
Memasuki bulan suci Ramadhan, aktivitas di masjid meningkat signifikan. Program “Rama” atau Ramadhan di Masjid Al Hakim digelar untuk menyemarakkan bulan penuh berkah. Pelataran masjid berubah menjadi pusat aktivitas umat, dengan sekitar 50 stan UMKM dalam ajang Ramadhan Halal Fest. Warga dapat berburu takjil hingga busana Lebaran sembari menanti azan.
Salah satu kegiatan yang paling dinantikan adalah pembagian 1.000 porsi buka puasa gratis setiap hari. Jika donasi mencukupi, pembagian dilakukan tanpa kupon agar lebih banyak jemaah dapat menikmati hidangan berbuka. Pembagiannya dilaksanakan setelah salat Magrib agar ibadah tetap menjadi prioritas utama.
Selain sajian berbuka, asupan rohani diberikan melalui lima kali kajian rutin setiap hari. Pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, suasana semakin khusyuk dengan kehadiran jemaah dari berbagai daerah yang melaksanakan iktikaf.
Bagi warga Padang, Masjid Al Hakim kini bukan sekadar bangunan megah di tepi pantai. Ia telah menjadi pusat spiritual sekaligus ikon wisata religi Sumatera Barat yang memadukan keindahan alam dan kemegahan arsitektur. Warna putihnya melambangkan kesucian, sementara posisinya yang berhadapan langsung dengan ombak menjadi simbol keteguhan iman.
Di tengah malam yang kian larut, suara ombak yang mengalun di balik dinding masjid seakan menyatu dengan doa-doa yang dipanjatkan. Masjid Al Hakim tetap berdiri kokoh di gerbang barat Nusantara, menyambut siapa saja yang ingin beristirahat sejenak dari riuhnya dunia dan menemukan damai di tepi samudera.(Tribun Padang)
| Jalan Tol Hingga Sepinya Saree, Ketika UMKM Tertinggal di Jalur Lama |
|
|---|
| Perantau Aceh di Malaysia dan Diskop Bahas Pengembangan UMKM di Gerbang Tol Padang Tiji |
|
|---|
| VIDEO - Lonjakan Kendaraan Terjadi di Tol Padang Tiji |
|
|---|
| Nikmatnya Safari Tarawih, Kenangan dari Ramadhan 1447 H |
|
|---|
| Arus Balik Lebaran, Trafik Tol Sibanceh Meningkat Tajam hingga 300 Persen Lebih |
|
|---|