Video
VIDEO - Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar: Latihan Takwa di Era Media Sosial
Jadi baik pemerintah, tetangga kita, saudara kita, jika nanti ada posting apa-apa, responnya itu harus hati-hati
Oleh Munajad, Ph.D
Direktur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruh, wa na’udzu billahi min syururi anfusina wa min sayyi’ati a’malina. Man yahdihillahu fala mudhilla lah, wa man yudhlil fala hadiya lah.
Asyhadu an la ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli wa sallim wa barik ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du.
Jamaah yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kita ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, Sang Pemilik segalanya. Pujian kehebatan, kebesaran, kesucian, semua milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat dan salam tentu kita panjatkan ke hadirat Kanjeng Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, yang nanti kita nantikan syafaatnya di yaumil kiamah.
Jamaah Muslim yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita berada pada bulan yang sangat mulia, bulan suci Ramadhan. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman, memberikan pesan kepada kita sekalian dalam surat Al-Baqarah, dalam ayat yang sangat populer ini. Banyak pesan yang mendalam, yang merupakan inti dari kehidupan, yang mengingatkan kepada kita sekalian, yaitu adalah takwa.
Baca juga: Legislator Gerindra Apresiasi Penetapan 15 Ramadhan sebagai Hari Yatim di Banda Aceh
Takwa ini bukan hanya disampaikan pada bulan Ramadhan, tapi hampir setiap minggu minimal pada Jumatan. Khutbah Jumat pun tidak sah jika tidak ada perintah mengajak kita untuk bertakwa. Jadi takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala itu adalah inti kehidupan. Artinya apa? Itu adalah sumber kesuksesan, sumber kehidupan, sumber kebahagiaan, hidup di dunia dan di akhirat.
Takwa itu salah satu maknanya adalah hakikatnya pengendalian diri. Jadi internal, mengendalikan diri kita sendiri. Dalam surat Al-Baqarah tadi tentang perintah puasa, salah satu instrumen, salah satu alat yang bisa kita gunakan untuk bisa mengendalikan diri adalah dengan berpuasa. Itu adalah salah satu alat agar kita nanti ujungnya bisa menjadi orang yang bertakwa.
Puasa pada lahiriahnya adalah ibadah menahan lapar, menahan makan dan minum sejak pagi hari, sejak Subuh, nanti kembali makan lagi setelah Magrib. Jadi secara lahiriah, yang di permukaan itu nampaknya hanya mengendalikan diri dalam bentuk makan dan minum.
Jika kita dalami lebih mendalam, itu akan semakin luar biasa. Karena hanya dengan menahan dari makan saja kita sudah merasakan luar biasa bagaimana lemahnya kita, bagaimana kekurangan kita. Nah, itu dengan mengendalikan diri kita akan bisa merasakan kelemahan kita. Dan nanti di ujungnya, pada saat berbuka puasa, kita akan bisa merasakan nikmatnya lahiriah. Bagaimana ketika kita bisa menahan, itu pada akhirnya kita akan mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa.
Baca juga: Rahasia Stamina Suami Istri Saat Ramadhan, Dr Boyke Beberkan Menu Sahur & Buka Agar Tetap Bertenaga
Ini sama pelajaran dalam hidup kita seluruhnya. Mengendalikan diri itu adalah salah satu inti dari kehidupan yang bisa menghantarkan kita kepada ketakwaan.
Sebagai contoh yang bisa kita jelaskan saat ini adalah era digital, era media sosial yang luar biasa banjir informasi. Namanya banjir itu justru kelemahannya adalah kita mendapatkan air yang bersih. Informasi yang bersih itu sangat sulit sekali. Sehingga pada intinya di era digital ini, pelajaran puasa mengendalikan diri kita sendiri itu menjadi sangat penting.
Sebagai contoh, mulai dari kita me-review, mengendalikan diri mana yang perlu dan mana yang tidak perlu ketika men-scroll. Mendapatkan informasi yang tidak perlu, kita lewati. Terus kemudian ketika kita mencet, merespon dari informasi itu di media sosial, itu juga harus kita bisa mengendalikan diri. Jangan asal.
Apalagi ini di bulan puasa. Kita harus latihan bukan hanya makan dan minum, tapi nanti selama bulan Ramadhan dan seterusnya. Ramadhan kita jadikan latihan untuk mengendalikan yang besar. Jangan sampai kita mengeluarkan hal-hal yang negatif, hal yang berdampaknya tidak baik.
Semua kita mempunyai kekurangan tentu. Jadi baik pemerintah, tetangga kita, saudara kita, jika nanti ada posting apa-apa, responnya itu harus hati-hati. Jangan sampai justru menambah kesemrawutan dari media sosial ini. Jadi kita jaga diri kita sehingga nanti apa yang kita keluarkan itu bersih.
Baca juga: Ramadhan, Empati, dan Solidaritas Sosial
| VIDEO - Aksi Berani Penumpang Wanita Lawan Pelecehan di KRL, Pelaku Terekam |
|
|---|
| VIDEO - Petugas Siaga di Ujung Kereta Saat Melintasi Jalur Rawan Longsor, Picu Reaksi Warganet |
|
|---|
| VIDEO Gelombang Serangan Iran Hantam Israel, Arab Unjuk Teknologi Laser Pertahanan |
|
|---|
| VIDEO Trump Umumkan Perang AS-Iran Berakhir Tapi Militernya Tetap di Selat Hormuz |
|
|---|
| VIDEO - Sendirian di Depan DPR, Saat Ribuan Buruh Padati Monas di Hari Buruh 2026 |
|
|---|