Selasa, 21 April 2026

Video

VIDEO -Antrean Mengular hingga 2 Km, Pemudik Minta Jembatan Kutablang Segera Rampung

Antrean kendaraan dari arah Banda Aceh menuju jembatan tersebut mencapai lebih dari 2 kilometer, terutama pada pukul 14.00 hingga 23.00 WIB

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Teuku Raja Maulana

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Arus mudik dan balik Lebaran di Kabupaten Bireuen diwarnai kemacetan parah di kawasan Jembatan Kutablang. Para pengendara harus menghadapi antrean panjang hingga berjam-jam, bahkan dialihkan ke jalur alternatif yang memakan waktu lebih lama.

Kemacetan terjadi akibat perbaikan jembatan yang sebelumnya rusak diterjang banjir. Meski telah disiapkan jembatan darurat dengan sistem buka-tutup, volume kendaraan yang tinggi membuat antrean tetap tak terhindarkan.

Pengalihan arus ke jalur alternatif Awe Geutah–Teupin Reudeup, Kecamatan Peusangan Selatan, juga tidak sepenuhnya menjadi solusi. Selain jaraknya lebih jauh, kondisi jalan yang berkelok dan sempit membuat kendaraan harus melambat, ditambah debu yang mengganggu kenyamanan perjalanan.

Baca juga: Pelintas Minta Percepat Pembangunan Jembatan Kutablang, Waktu Banyak Tersita untuk Antre

Seorang pemudik asal Sibolga, Hadin Tambunan, mengaku perjalanannya menuju Banda Aceh bersama keluarga menjadi jauh lebih sulit saat melintasi kawasan tersebut.

Ia mengungkapkan, kendaraan yang ditumpanginya bahkan harus menghabiskan waktu hingga satu jam hanya untuk melewati jalur alternatif. Dalam mobil yang penuh penumpang, termasuk anak-anak dan lansia, situasi tersebut terasa sangat melelahkan.

“Awalnya kami tidak tahu kondisi di sini. Begitu sampai, ternyata macet panjang dan harus dialihkan ke jalur lain. Sangat menyita waktu,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, meski petugas telah mengarahkan pengendara dengan baik, kepadatan kendaraan tetap membuat perjalanan tersendat. Ia pun berharap pembangunan Jembatan Kutablang bisa segera diselesaikan agar arus lalu lintas kembali normal.

Berdasarkan pantauan, antrean kendaraan dari arah Banda Aceh menuju jembatan tersebut mencapai lebih dari 2 kilometer, terutama pada pukul 14.00 hingga 23.00 WIB. Sementara pada pagi hingga siang hari, antrean berkisar antara 100 hingga 200 meter.

Rekayasa lalu lintas telah diterapkan dengan mengalihkan kendaraan dari arah Medan ke jalur alternatif. Namun tingginya volume kendaraan selama momen Lebaran membuat kemacetan sulit dihindari.

Sementara itu, jembatan rangka baja Krueng Tingkeum di Kutablang masih diberlakukan sistem buka-tutup. Selain untuk mengurai antrean, penutupan sementara juga dilakukan guna mendukung proses perbaikan yang masih berlangsung.

Kondisi ini membuat para pengguna jalan berharap pemerintah dapat mempercepat pembangunan jembatan permanen agar mobilitas masyarakat tidak lagi terganggu, terutama saat momen penting seperti arus mudik dan balik Lebaran.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved