Video
VIDEO - Ekskavator Amfibi untuk Normalisasi Waduk Pusong
Sejak waduk tersebut difungsikan, belum pernah dilakukan normalisasi. Akibatnya terjadi pengendapan sedimen.
Penulis: Saiful Bahri | Editor: m anshar
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai melakukan normalisasi reservoir atau Waduk Pusong. Langkah ini dilakukan dalam upaya memaksimalkan fungsi reservoir tersebut.
Kepala Dinas PUPR Lhokseumawe menjelaskan, dasarnya reservoir tersebut memiliki fungsi untuk menampung limbah rumah tangga yang selama ini dialiri melalui drainase. Selain itu, waduk ini berfungsi untuk menampung air dalam upaya mencegah terjadinya banjir di pusat kota dan sekitarnya. Waduk ini juga selama ini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Lhokseumawe.
Sejak waduk tersebut difungsikan, belum pernah dilakukan normalisasi. Akibatnya terjadi pengendapan sedimen. Beberapa titik ketinggian sedimen mencapai satu sampai 1,3 meter.
Atas kondisi tersebut, pada tahun ini Pemerintah Kota Lhokseumawe mulai melakukan normalisasi. Normalisasi dilakukan dengan dana Bantuan Presiden sebesar Rp1 miliar. Untuk proses normalisasi, pihaknya menurunkan excavator amfibi dan excavator super long arm.
Dengan anggaran yang tersedia, proses normalisasi ditargetkan di lokasi yang sedimentasinya satu meter sampai 1,2 meter, serta di kawasan pinggiran saja. Luas reservoir mencapai 40 hektare, sehingga proses normalisasi tidak akan tuntas pada tahun ini. Upaya normalisasi ini akan terus dilakukan di tahun-tahun selanjutnya.
Diakui pula bahwa di hamparan waduk terdapat keramba milik masyarakat. Pihaknya mengharapkan kepada pemilik keramba untuk memindahkan kerambanya ke lokasi relokasi yang telah disediakan, yakni di seberang waduk atau di dekat muara Krueng Cunda.
Narator: Syita
Video Editor: Muhammad Anshar