Kamis, 7 Mei 2026

Video

VIDEO - Netanyahu Perluas Invasi ke Lebanon Selatan, Ketegangan Memuncak Usai 3 TNI Gugur

Langkah ini juga seiring dengan pergerakan militer Israel yang dilaporkan terus maju menuju Sungai Litani

Tayang:

SERAMBINEWS.COM – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memerintahkan militernya untuk memperluas operasi militer ke wilayah Lebanon selatan di tengah eskalasi konflik kawasan.

Keputusan ini diambil di saat situasi semakin memanas, termasuk setelah gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Instruksi tersebut disampaikan Netanyahu dari Komando Utara pada Minggu (30/3/2026). Ia bahkan mendorong pasukan Israel untuk meniru “model Gaza” dengan memperluas zona penyangga keamanan di wilayah perbatasan.

Baca juga: Trump Berbalik Arah dan Ingin Damai dengan Iran, Netanyahu Ketar-ketir

Langkah ini juga seiring dengan pergerakan militer Israel yang dilaporkan terus maju menuju Sungai Litani, dengan tujuan mengusir kelompok Hezbollah dari kawasan tersebut.

Di tengah operasi militer yang kian intens, UNIFIL melaporkan adanya korban dari pasukan penjaga perdamaian. Satu personel tewas akibat ledakan proyektil di Lebanon selatan, sementara satu lainnya mengalami luka kritis.

Dengan perkembangan terbaru, total tiga prajurit TNI dilaporkan gugur dalam rangkaian insiden tersebut—menjadi pukulan berat bagi Indonesia yang selama ini aktif dalam misi perdamaian dunia.

Pihak UNIFIL menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
“Pikiran dan harapan kami juga menyertai penjaga perdamaian yang terluka, yang saat ini berada di rumah sakit dengan cedera serius,” demikian pernyataan resmi mereka.

Meski begitu, UNIFIL mengaku belum dapat memastikan asal proyektil yang menyebabkan insiden mematikan tersebut.

Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras serangan tersebut dan mendesak PBB untuk segera melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap pihak yang bertanggung jawab.

Eskalasi ini terjadi di tengah konflik yang lebih luas antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang terus meningkatkan ketegangan dan memperbesar risiko konflik regional yang lebih besar.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved