Video
VIDEO - Jembatan Penghubung Putus, Warga Pante Kera Kesulitan Akses
Sabilah berharap pemerintah bisa membangun jembatan Bailey untuk mengembalikan akses penghubung di Desa Pante Kera.
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: m anshar
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Jembatan penghubung antar dusun antara Dusun Aluer Merbo dan Dusun Pante Cermin putus akibat diterjang banjir pada akhir 2025. Hingga saat ini, jembatan tersebut belum bisa difungsikan.
Kepala Desa Pante Kera, Sabilah, menjelaskan bahwa jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 120 meter dan dibangun dengan dana desa sejak tahun 2017. Jembatan itu sangat penting bagi masyarakat untuk beraktivitas dan lalu lintas sehari-hari.
Pascabanjir, masyarakat yang ingin melintasi Dusun Pante Cermin terpaksa menggunakan rakit atau getek yang diberikan BNPB. Alat tersebut tidak bisa digunakan jika kondisi arus sungai sedang deras.
Kondisi itu membuat masyarakat terbatas aktivitasnya dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Mereka harus melihat arus sungai terlebih dahulu saat hendak melintas ke pusat desa. Selain itu, hasil panen dalam jumlah besar tidak bisa dikeluarkan karena getek dan rakit yang tersedia belum mampu menanggung beban berat.
Sabilah berharap pemerintah bisa membangun jembatan Bailey untuk mengembalikan akses penghubung di Desa Pante Kera. Harapan masyarakat adalah agar jembatan Bailey segera tersedia karena sangat dibutuhkan.
Saat ini, masyarakat di Dusun Pante Cermin yang hendak keluar desa atau keluar dusun harus melewati aliran Sungai Lokop. Mereka memerlukan waktu 5 hingga 10 menit untuk sampai ke tujuan yang diinginkan. (*)
Narator: Dara
Video Editor: Muhammad Anshar