Rabu, 15 April 2026

Video

VIDEO - Polres Abdya Dirikan Posko Kesiapsiagaan Bencana

Selain melaksanakan apel, Polres Abdya juga mendirikan Posko Kesiapsiagaan dalam rangka merespon peringatan Badan Meteorologi

Penulis: Masrian Mizani | Editor: Rahmat Erik Aulia

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Polres Aceh Barat Daya (Abdya) melaksanakan Apel Siaga Bencana Tahun 2026, dalam rangka antisipasi bencana alam di wilayah hukum Polres setempat.

Apel yang dipimpin oleh Kapolres Abdya AKBP Agus Sulistianto SH SIK itu, dilaksanakan di lapangan Mapolres setempat, Jalan Perkantoran Bukit Hijau, Kecamatan Blangpidie, Rabu (15/4/2026).

Selain melaksanakan apel, Polres Abdya juga mendirikan Posko Kesiapsiagaan dalam rangka merespon peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem, terkait potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir dalam beberapa hari ke depan.

Dampaknya, hampir seluruh wilayah Aceh, termasuk Abdya berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, khususnya pada periode 11-20 April 2026.

Usai melaksanakan apel, Kapolres Abdya beserta jajaran juga melaksanakan Tactical Floor Game (TFG)—metode simulasi taktis menggunakan peta atau maket di lantai untuk memvisualisasikan, mematangkan rencana, dan menyamakan persepsi strategi pengamanan sebelum, sedang, dan setelah bencana.

Ia menyebutkan, apel tersebut dilaksanakan sebagai respons atas rilis resmi Bupati Abdya, Safaruddin, dan BMKG yang memprediksi peningkatan curah hujan signifikan di wilayah Abdya selama sepekan ke depan.

Berdasarkan data pemetaan daerah rawan bencana BPBK Abdya, kata Agus, setidaknya ada tiga kecamatan masuk kategori risiko tinggi, yaitu Blangpidie berpotensi banjir luapan Sungai Krueng Beukah, Susoh berpotensi banjir rob dan genangan di pesisir, serta Lembah Sabil berpotensi tanah longsor di ruas jalan perbukitan.

Untuk memastikan penanganan berjalan sistematis, sebut Agus, Polres Abdya membagi skenario menjadi tiga tahap utama dengan penanggung jawab yang jelas di setiap lini.

Pertama, jelas Agus, tahap pra bencana yang berfokus pada pencegahan dan deteksi dini. Pada tahap ini, ia memerintahkan seluruh Bhabinkamtibmas dan personel Polsek untuk meningkatkan patroli dialogis di titik-titik rawan bencana. 

Sasarannya, sebut Agus, permukiman di bantaran sungai, lereng bukit dengan kemiringan curam, serta jalur lintas Blangpidie–Tapaktuan yang langganan longsor.

Selain patroli, tambah Agus, sosialisasi masif digencarkan lewat pengeras suara meunasah, grup whatsApp gampong, dan sambang rumah warga. 

Masyarakat diimbau mengenali tanda awal bencana, seperti air sungai keruh tiba-tiba, suara gemuruh dari bukit, atau munculnya retakan tanah di halaman. 

Kedua, sambungnya, tahap tanggap darurat, yang difokuskan pada gerak cepat 1x24 jam.

Di tahap ini, sebutnya, komponennya meliputi 
Pengerahan Tim SAR Polres dengan kualifikasi selam, vertical rescue, dan operator perahu karet langsung menuju lokasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved