Jumat, 8 Mei 2026

Video

VIDEO - Rusia Peringatkan Ancaman Serangan Darat ke Iran, Tuding AS–Israel Manfaatkan Negosiasi

Moskow menilai peningkatan kehadiran militer AS di kawasan saat negosiasi berlangsung justru menjadi sinyal potensi konfli

Tayang:

SERAMBINEWS.COM - Pemerintah Rusia melalui Dewan Keamanan Rusia mengeluarkan peringatan serius terkait potensi eskalasi konflik di Timur Tengah.

Dalam pernyataannya pada Selasa (14/4/2026), Rusia menilai Amerika Serikat dan Israel diduga memanfaatkan proses negosiasi dengan Iran sebagai kedok untuk mempersiapkan operasi militer darat.

Peringatan ini muncul di tengah laporan pengerahan ribuan pasukan tambahan AS ke kawasan Timur Tengah, yang dinilai memperkuat indikasi adanya rencana aksi militer lanjutan.

“AS dan Israel mungkin menggunakan pembicaraan perdamaian untuk mempersiapkan operasi darat terhadap Iran,” demikian pernyataan Dewan Keamanan Rusia, seperti dikutip dari media internasional.

Baca juga: VIDEO - Iran Ancam Blokade Laut Merah hingga Teluk, Balas Tekanan AS di Selat Hormuz

Sebelumnya, kekhawatiran akan perang darat sempat mereda setelah diberlakukannya gencatan senjata. Namun Rusia, yang dikenal sebagai sekutu dekat Iran, melihat situasi tersebut dari perspektif berbeda.

Moskow menilai peningkatan kehadiran militer AS di kawasan saat negosiasi berlangsung justru menjadi sinyal potensi konflik yang lebih besar.

Putaran pertama perundingan antara AS dan Iran yang digelar di Pakistan sebelumnya memang berakhir tanpa kesepakatan. Pihak Iran menyalahkan kegagalan tersebut pada tuntutan Washington yang dinilai tidak realistis.

Di sisi lain, Presiden AS, Donald Trump, menyatakan kemungkinan pembicaraan lanjutan akan kembali digelar dalam waktu dekat.

Baca juga: Trump Kirim Surat ke Xi, Minta China Hentikan Pasokan Senjata ke Iran

Namun laporan dari media seperti Washington Post menyebutkan bahwa AS terus memperkuat kehadiran militernya di kawasan, termasuk di sekitar Selat Hormuz, yang saat ini juga berada dalam situasi blokade terhadap pelabuhan Iran.

Peringatan Rusia ini semakin menambah ketegangan geopolitik global, dengan potensi konflik terbuka yang bisa melibatkan lebih banyak negara di kawasan maupun dunia.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved