Rabu, 29 April 2026

Video

VIDEO - CJH Diminta Jangan Bawa Barang Berlebihan Saat Berangkat

Untuk koper kabin, jamaah diperbolehkan membawa power bank dengan kapasitas di bawah 20.000 mAh.

Tayang:
Penulis: Saiful Bahri | Editor: m anshar

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Para calon jamaah haji (CJH) mulai mengambil koper di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lhokseumawe pada Selasa (28/4/2026). Dalam proses pengambilan koper tersebut, pihak kantor mengimbau agar jemaah tidak membawa barang secara berlebihan saat keberangkatan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Lhokseumawe, Tgk Jamaluddin, menjelaskan bahwa kuota CJH Kota Lhokseumawe tahun ini sebanyak 243 orang. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya 186 CJH.

Seluruh CJH yang berjumlah 243 orang telah melakukan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Namun, tiga orang di antaranya melapor menunda keberangkatan karena sakit. Dengan demikian, jumlah CJH yang akan berangkat tersisa 241 orang.

Tgk Jamaluddin memastikan seluruh CJH asal Kota Lhokseumawe tergabung dalam kloter 11 Gelombang 2 bersama jemaah asal Aceh Utara dan sejumlah daerah lain di Provinsi Aceh.

Jadwal keberangkatan CJH Lhokseumawe dimulai pada 15 Mei 2026 menjelang siang dari Kota Lhokseumawe. Pada pukul 21.00 WIB, jamaah sudah memasuki embarkasi haji di Banda Aceh. Kemudian pada 16 Mei 2026 pukul 22.05 WIB, mereka akan terbang ke Jeddah melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.

Dari total 241 CJH, sebanyak 107 jemaah laki-laki dan 134 jamaah perempuan. Jemaah tertua tahun ini adalah Ibrahim bin Muh. Syam (87) asal Keude Aceh, Kecamatan Banda Sakti. Jamaah termuda adalah Said Rangga Razi bin Said Bakhtiar (21) asal Kampung Jawa Baru, Kecamatan Banda Sakti.

Tgk Jamaluddin menyatakan kesiapan keberangkatan sudah tuntas, meliputi manasik, kesehatan, dan pengurusan visa. Pada Selasa, CJH mulai mengambil koper. Pihaknya mengingatkan agar jamaah tidak membawa barang berlebihan.

Jamaah sudah diedukasi untuk hanya membawa barang yang benar-benar diperlukan agar tidak menyulitkan perjalanan. Koper bagasi digunakan untuk menyimpan barang berbahan logam seperti gunting, gunting kuku, dan pisau cukur. Sementara koper kabin untuk barang kebutuhan harian.

Untuk koper kabin, jamaah diperbolehkan membawa power bank dengan kapasitas di bawah 20.000 mAh. Barang berbahaya seperti benda tajam dan barang mengandung gas, termasuk korek api, dilarang dibawa. Batas berat maksimal 32 kilogram untuk koper bagasi dan 7 kilogram untuk koper kabin.

Selain koper, jamaah juga dibekali tas Armuzna, yakni tas ransel yang dapat dilipat menjadi pouch untuk kebutuhan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Tersedia pula tas selempang untuk menyimpan barang penting seperti paspor dan telepon genggam. (*)

Narator: Syita

Video Editor: Muhammad Anshar

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved