Senin, 11 Mei 2026

Video

VIDEO - Kiai Ashari Akui Kesalahan di Hadapan Polisi, Mengaku Khilaf dan Ingin Berubah

Dalam menjalankan aksinya, tersangka diduga menggunakan pendekatan kedekatan antara guru dan murid.

Tayang:

SERAMBINEWS.COM - Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, masih menjadi perhatian publik.

Tersangka Ashari akhirnya mengakui kesalahannya setelah diamankan aparat kepolisian di wilayah Wonogiri, Jawa Tengah.

Di hadapan penyidik, Ashari mengaku menyesal dan menyatakan ingin memperbaiki diri atas perbuatannya selama beberapa tahun terakhir.

Pengakuan tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widyama, dalam konferensi pers pada Jumat (8/5/2026).

Baca juga: Kiai Cabul di Pati Ditangkap, Diduga Pakai Modus Ritual Penyembuhan & Paksa Santriwati Temani Tidur

Menurut Kompol Dika, tersangka langsung bersikap kooperatif setelah berhasil diamankan tim gabungan.

“Tersangka saat perjalanan sudah mengakui dan menyampaikan penyesalannya,” ujar Kompol Dika.

Setelah ditangkap, Ashari langsung menjalani penahanan untuk proses hukum lebih lanjut.

Meski demikian, polisi masih terus mendalami kemungkinan adanya korban lain dalam perkara tersebut.

Sebelumnya, Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi menjelaskan dugaan tindak pidana itu terjadi dalam rentang waktu Februari 2020 hingga Januari 2024.

Baca juga: Fakta Kiai di Pati Cabuli Santriwati: Terungkap Sejak 2020, Modus Doktrin, Tersangka Belum Ditahan

Korban berinisial FA disebut menjadi salah satu santriwati yang melaporkan dugaan perbuatan tidak pantas yang dilakukan tersangka.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka diduga menggunakan pendekatan kedekatan antara guru dan murid.

Korban disebut diarahkan untuk menuruti perkataan pelaku dengan dalih agar proses belajar berjalan lebih baik.

Pelaku kemudian mengajak korban masuk ke kamar dengan alasan tertentu sebelum dugaan tindakan asusila itu terjadi.

Polisi mengungkap peristiwa tersebut diduga terjadi beberapa kali dalam kesempatan berbeda.

Seluruh kejadian disebut berlangsung di lingkungan Pesantren Ndholo Kusumo di Dukuh Bagangan, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved