Kamis, 14 Mei 2026

Video

VIDEO SAKSI KATA - Heroik! ASN Agara Bantu Persalinan Bayi Kembar di Tol Sibanceh

Ia dibangunkan oleh salah seorang penumpang yang meminta tolong, bahwa di kursi belakang terdapat pasien yang mau melahirkan.

Tayang:
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Rahmat Erik Aulia

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Mobil penumpang jenis JRG melaju kencang di ruas tol Sibanceh seksi Indrapuri. Mobil tersebut melaju dalam gelapnya malam pada Senin (11/5/2026).

Handayani SE, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Aceh Tenggara yang hendak melakukan rapat kerja di Banda Aceh di paginya.

Saat sedang tertidur lelap, ia  terbangun akibat adanya erangan Syarifah Maryam yang kesakitan di belakang kursinya.

Syarifah mengerang kesakitan lantaran sedang hamil besar. Di sana Handayani mendapati bahwa Syarifah saat itu sedang kontraksi. 

Para penumpang di dalam mopen beserta sopir panik tak karuan. Pasalnya saat itu jarak dengan Gerbang Tol Indrapuri terbilang masih jauh. 

Tepatnya pada pukul 03.00 Wib dini hari, Syarifah Maryam merasa mules yang kuat dari dalam perutnya.

Handayani yang kebetulan berada tepat di dekat Syarifah langsung melakukan upaya pertolongan.

Tak ada pengalaman sama sekali melakukan persalinan. 

Namun, mengingat kondisi emergency saat itu, Handayani meminta bantuan penumpang lainnya agar membuka HP miliknya untuk menghubungi teman dekatnya yang merupakan dokter di Aceh Tenggara.

Namun, saat mobil tersebut baru saja masuk ke ruas tol Seulimeum.

Ia dibangunkan oleh salah seorang penumpang yang meminta tolong, bahwa di kursi belakang terdapat pasien yang mau melahirkan.

Dengan kondisi bingung dan linglung, ia berjalan ke belakang dan menanyakan ke penumpang lain apakah ada yang berprofesi dokter atau bidan. 

Awalnya telpon tersebut tidak diangkat, lantaran kondisi jaringan yang kurang bagus saat berada di dalam tol.

Tak lama berselang, dr Yetti menjawab panggilan dari Handayani. 

Erangan minta tolong dari Syarifah, membuat hati Handayani semakin terenyuh. 

Ia meminta penumpang laki-laki di dalam mobil tersebut agar mencarikan nomor dr Yetti di HP miliknya.

Sembari menunggu panggilan dijawab, Handayani terus menginstruksikan agar Syarifah ngeden secara perlahan dan mengatur nafas. 

Mobil saat itu masih melaju kencang. Mereka tidak menepi, lantaran kondisi pasien yang sudah sangat darurat.

Ia langsung mengangkat bayi tersebut. Lalu salah seorang penumpang mengatakan kepada Handayani, agar menarik tali pusatnya. 

Ia tidak percaya dan kembali menghubungi dr Yetti. 

Di sana Yetti mengatakan bahwa kondisi tersebut tidak apa-apa dan menginstruksikan kepada Handayani untuk terus mengelus perut Syarifah.

Awalnya ia mengira yang keluar adalah ari-ari dari perut Syarifah. 

Namun ketika melihat kepala bayi, Handayani langsung bersorak bahwa Syarifah melahirkan bayi kembar berjenis kelamin perempuan. 

Ia kembali menghubungi dr Yetti untuk menanyakan apakah masih bisa ditahan jika ari-ari tersebut masih berada di dalam. 

Setelah tiba di RSUD Satelit Aceh Besar, awalnya nakes di sana mengira ada pasien hendak melahirkan.

Handayani langsung berteriak cepat kepada petugas bahwa, bayi kembar tersebut telah lahir, tinggal kondisi sang ibu. 

Petugas kemudian langsung memotong tali pusat bayi dan memberikan perawatan kepada sang ibu.

Di sana ia kemudian meminta HP Syarifah untuk menghubungi pihak keluarga. 

Kebetulan saat itu Syarifah berangkat sendiri, lantaran sang suami sedang pergi melaut. 

Bayi tersebut sendiri merupakan anak ketiga dari Syarifah.

Petugas kemudian langsung memotong tali pusat bayi dan memberikan perawatan kepada sang ibu.

Di sana ia kemudian meminta HP Syarifah untuk menghubungi pihak keluarga. 

Kebetulan saat itu Syarifah berangkat sendiri, lantaran sang suami sedang pergi melaut. 

Bayi tersebut sendiri merupakan anak ketiga dari Syarifah.

Saat menghubungi orang tuanya, telepon seluler tak masuk, lalu ia diarahkan menghubungi temannya Ndut.

Lalu baru diarahkan, untuk mengurus administrasi.

Peristiwa tersebut juga menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Handayani. 

Menurutnya hal itu adalah nikmat Allah yang tidak bisa didustakan. 

Terlebih ia ke Banda Aceh sendiri mengikuti acara rapat di Kantor Gubernur Aceh mengenai rencana aksi di biro organisasi dari seluruh kabupaten di Aceh. 

Kebetulan ia ditunjuk mewakili Dinas Pangan Aceh Tenggara mengikuti kegiatan tersebut.

Atas peristiwa tersebut, Handayani juga berharap agar Bos JRG memberikan sesuatu yang spesial kepada bayi kembar yang lahir di mopen tersebut. Pasalnya, hal itu seperti karunia. 

Handayani juga mengusulkan nama kepada sepasang bayi kembar perempuan tersebut. 

Nama Rahayu menjadi usulan kepada sang ibu. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved