Breaking News
Senin, 1 Juni 2026

Video

VIDEO - Dentuman Keras Gegerkan Amerika, Terpantau Akibat Meteor yang Pecah

NASA mencatat meteor tersebut melaju dengan kecepatan sekitar 75.000 mil per jam sebelum akhirnya pecah di atmosfer.

Tayang:

SERAMBINEWS.COM - Sebuah meteor dilaporkan meledak di atmosfer wilayah timur laut Amerika Serikat pada Sabtu (30/5/2026), memicu suara dentuman keras yang terdengar hingga beberapa wilayah di Massachusetts dan New Hampshire.

Menurut keterangan NASA, meteor tersebut pecah pada pukul 14.06 waktu setempat saat melintas di ketinggian sekitar 40 mil atau 64 kilometer di atas permukaan bumi.

Wakil Kepala Berita NASA, Jennifer Dooren, menjelaskan bahwa energi yang dilepaskan saat meteor pecah diperkirakan setara dengan sekitar 300 ton TNT. Fenomena itu menyebabkan suara ledakan yang cukup kuat sehingga mengejutkan banyak warga.

Baca juga: Langit Mei 2026 Cantik Banget! Ini 7 Fenomena yang Wajib Kamu Lihat, Ada Hujan Meteor & Supermoon

"Bola api ini tidak terkait dengan hujan meteor aktif saat ini, melainkan objek alami dan bukan puing-puing luar angkasa atau satelit yang masuk kembali ke atmosfer," ujar Jennifer Dooren seperti dikutip AFP, Minggu (31/5/2026).

NASA mencatat meteor tersebut melaju dengan kecepatan sekitar 75.000 mil per jam sebelum akhirnya pecah di atmosfer.

Sejumlah warga melaporkan mendengar suara dentuman keras yang disertai getaran pada bangunan dan jendela rumah. Beberapa orang bahkan mengira terjadi gempa bumi karena kuatnya getaran yang dirasakan.

Kantor Eksekutif Keamanan Publik Massachusetts mengonfirmasi telah menerima banyak laporan terkait suara ledakan dan getaran tanah. Namun, tidak ada laporan keadaan darurat maupun kerusakan signifikan yang memerlukan penanganan khusus.

Sementara itu, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut fenomena tersebut kemungkinan besar berasal dari bolide, yakni istilah ilmiah untuk meteor yang meledak saat memasuki atmosfer bumi.

Fenomena ini menjadi salah satu peristiwa astronomi yang menarik perhatian publik karena menghasilkan dentuman dan gelombang kejut yang dapat dirasakan hingga ke permukaan bumi.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved