Breaking News
Rabu, 3 Juni 2026

Videio

VIDEO - Mengenang 16 Tahun Kepergian Sang Deklarator Muhammad Hasan Di Tiro

Bagi masyarakat Aceh, figur Hasan Tiro bukan sekadar pemimpin politik, melainkan simbol pemersatu dan penjaga marwah peradaban. 

Tayang:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: m anshar

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh TImur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Ratusan masyarakat bersama mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) berkumpul dalam suasana khidmat di Gampong Seuneubok Teungoh, Kecamatan Idi Cut, Kabupaten Aceh Timur, pada Rabu (3/6/2026). 

Kehadiran mereka untuk memperingati Haul ke-16 wafatnya Tgk. Muhammad Hasan di Tiro, sosok yang dihormati sebagai Wali Nanggroe dan founding father (bapak pendiri) perjuangan Aceh Merdeka. 

Ketua pelaksana acara, Faisal Rizal Hasan, menjelaskan bahwa peringatan haul ini merupakan agenda tahunan yang rutin digelar. Tujuannya adalah untuk merawat ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah, dedikasi, serta jasa-jasa almarhum semasa hidupnya.

 "Dalam acara ini, kami mengundang seluruh eks-kombatan, tokoh masyarakat, hingga panglima wilayah untuk hadir dan memanjatkan doa bersama bagi almarhum Wali Nanggroe," ujar Stafsus Gubernur Aceh itu. 

Rangkaian acara berlangsung dengan penuh rasa haru dan khusyuk. Kegiatan diawali dengan zikir dan doa bersama yang ditujukan khusus kepada almarhum Tgk. Muhammad Hasan di Tiro. Masyarakat yang hadir tampak larut dalam lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an, mengenang kembali keteguhan prinsip sang deklarator dalam memperjuangkan harkat dan martabat rakyat Aceh.

Selain sebagai momentum refleksi sejarah, acara haul ini juga diisi dengan aksi sosial sebagai bentuk kepedulian antarsesama. Panitia menyelenggarakan santunan kepada 35 anak yatim yang berasal dari kawasan sekitar.

Sebagai informasi tambahan, Tgk. Muhammad Hasan di Tiro merupakan tokoh sentral dalam sejarah kontemporer Aceh. Ia mengembuskan napas terakhirnya pada 3 Juni 2010 di Banda Aceh, setelah bertahun-tahun hidup dalam pengasingan di Swedia.

Bagi masyarakat Aceh, figur Hasan Tiro bukan sekadar pemimpin politik, melainkan simbol pemersatu dan penjaga marwah peradaban. 

Peringatan haul seperti yang dilaksanakan di Aceh Timur ini menjadi jembatan bagi generasi muda untuk tidak melupakan sejarah, sekaligus merajut kembali semangat perdamaian demi kemajuan Bumi Serambi Mekkah ke depan.

Melalui momentum haul ke-16 ini, Faisal Rizal Hasan berharap nilai-nilai persatuan yang diwariskan oleh Wali Nanggroe dapat terus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat Aceh, khususnya di wilayah Aceh Timur. (*)

Narator: Syita

Video Editor: Muhammad Anshar

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved