Video
VIDEO - Puluhan Huntara Penyintas Banjir di Aceh Utara Rusak Diterpa Angin Kencang
Untuk warga yang Huntaranya rusak berat, sementara akan disiapkan tenda darurat di lokasi
Penulis: Jafaruddin | Editor: m anshar
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin | Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Puluhan hunian sementara (Huntara) yang ditempati penyintas banjir di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, rusak diterpa angin kencang yang disertai hujan deras, Selasa (2/6/2026) sore. Selain Huntara, satu musala juga mengalami kerusakan.
Kejadian tersebut memaksa sejumlah warga kembali kehilangan tempat tinggal yang baru beberapa bulan mereka tempati pascabanjir besar akhir tahun 2025. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, musibah itu meninggalkan trauma mendalam bagi para penghuni Huntara.
Camat Langkahan, T Reza Ichwan, menyatakan angin kencang yang melanda wilayah tersebut terjadi bersamaan dengan hujan deras yang berlangsung cukup lama. Akibatnya, puluhan bangunan Huntara yang dibangun untuk menampung korban banjir mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan berbeda.
Dari 58 unit bangunan Huntara yang terdampak, kerusakan tersebar di empat lokasi. Kerusakan paling parah terjadi di Gampong Rumoh Rayeuk. Dari total 36 unit Huntara yang dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di lokasi tersebut, sebanyak 11 unit mengalami rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan lima unit rusak ringan.
Camat Langkahan menjelaskan, di Desa Langkahan terdapat lima unit Huntara bantuan BNPB yang mengalami rusak ringan. Sementara di Desa Buket Linteung, tepatnya Dusun Leubok Meuku, sebanyak tujuh unit Huntara dan satu unit musala bantuan Kementerian Pekerjaan Umum mengalami kerusakan berat. Sedangkan di Desa Geudumbak, dari 10 unit Huntara yang dibangun melalui program Insitu, empat unit mengalami rusak berat, empat unit rusak sedang, dan dua unit rusak ringan.
Pemerintah kecamatan sudah melaporkan kejadian ini kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Untuk warga yang Huntaranya rusak berat, sementara akan disiapkan tenda darurat di lokasi agar mereka tetap memiliki tempat berteduh.
Geuchik Gampong Rumoh Rayeuk, Akthaillah, menyebutkan sebagian warga yang Huntaranya mengalami kerusakan berat dan sedang saat ini terpaksa mengungsi ke Huntara milik keluarga atau kerabat terdekat. Menurut dia, selain kerusakan bangunan, terdapat tiga anak yang mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan saat angin kencang menerjang kawasan Huntara.
Warga berharap perbaikan Huntara dapat segera dilakukan mengingat sebagian besar penghuni merupakan keluarga korban banjir yang hingga kini belum memiliki rumah permanen. Kondisi tersebut membuat mereka kembali berada dalam situasi rentan, terutama anak-anak, perempuan, dan lansia yang masih berupaya memulihkan diri dari dampak bencana sebelumnya. (*)
Narator: Syita
Video Editor: Muhammad Anshar