Kamis, 4 Juni 2026

Video

VIDEO Kapolda Luncurkan Buku "Polda Aceh Meutuah", Wariskan Gagasan Jaga Aceh Mulia

Kapolda Aceh, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, resmi meluncurkan buku berjudul “Polda Aceh Meutuah: Sabe Tajaga Aceh Mulia”.

Tayang:
Penulis: Hendri Abik | Editor: Aldi Rani

Laporan Hendri Wartawan Serambi Indonesia | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM - BANDA ACEH – Kapolda Aceh, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, resmi meluncurkan buku berjudul “Polda Aceh Meutuah: Sabe Tajaga Aceh Mulia”. Peluncuran berlangsung di Aula Landmark BSI Aceh, Banda Aceh, Rabu (3/6/2026).

Buku tersebut mengisahkan perjalanan hidup putra asal Tangse, Kabupaten Pidie, itu sejak masa kecil hingga menjadi pimpinan tertinggi Kepolisian Daerah Aceh. Selain itu, buku setebal lebih dari 250 halaman tersebut juga merekam berbagai tantangan dan gagasan yang dijalankan Irjen Marzuki selama memimpin Polda Aceh sejak Agustus 2025.

Salah satu bagian penting dalam buku itu mengulas kepemimpinan Irjen Marzuki saat menghadapi bencana ekologis yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh tidak lama setelah dirinya dilantik sebagai Kapolda Aceh.

Di tengah situasi tersebut, ia dituntut tetap memastikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat berjalan optimal, serta mengupayakan agar warga terdampak bencana segera tertangani.

Tak hanya itu, buku ini juga memuat upaya Polda Aceh dalam menyelesaikan sejumlah persoalan seperti aktivitas tambang ilegal hingga menindak peredaran narkoba, sekaligus menjelaskan konsep “Polda Aceh Meutuah” yang menggabungkan nilai-nilai kearifan lokal Aceh ke dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Dalam acara peluncuran itu, Irjen Marzuki mengatakan, buku Polda Aceh Meutuah ini menjadi wadah untuk berbagi pengalaman sekaligus menuangkan gagasan tentang konsep kepolisian yang berlandaskan kearifan lokal Aceh tanpa mengesampingkan ketentuan dalam Undang-Undang Kepolisian.

Ia meyakini bahwa pendekatan yang bertumpu pada nilai-nilai kearifan lokal mampu menyentuh hati masyarakat Aceh, sehingga tugas kepolisian dalam menjaga kamtibmas dan menegakkan hukum dapat berjalan selaras dengan karakter dan jiwa masyarakat Aceh.

“Kearifan lokal Aceh, dapat menyentuh hati rakyat Aceh. Sehingga tugas kepolisian dalam menjaga kamtibmas dan penegakan hukum selaras dengan jiwa masyarakat Aceh itu sendiri,” ujarnya.

Ia juga menilai, konsep Polda Aceh Meutuah ini juga menjadi bagian dari upaya membangun dan menjaga hubungan sosial masyarakat Aceh di masa depan. Karena itu, aparat kepolisian yang bertugas di Aceh sebagai tanah perdamaian dinilai perlu memiliki pendekatan dan karakteristik yang khas.

“Konsep ini adalah konsep menjaga hubungan sosial masa depan masyarakat Aceh. Bahwa Aceh bukan hanya perlu aman, tapi juga butuh kenyamanan. Dua hal, aman dan nyaman,” ungkapnya.

Sementara, penulis buku Nurlis Effendi, mengungkap, bahwa proses penulisan dilakukan secara mandiri berdasarkan pengamatannya terhadap berbagai aktivitas dan gagasan Irjen Marzuki sejak awal menjabat sebagai Kapolda Aceh.

Buku ini, kata dia, juga merupakan salah satu sarana untuk mewariskan gagasan “Jaga Aceh Mulia” dalam tubuh kepolisian di Tanah Rencong.

“Saya menulis buku ini tanpa beliau sadari. Ketika saya mulai bersama Bapak Kapolda sejak Agustus 2025 saya sudah mulai mencatat kegiatan Pak Kapolda ini ketika saya melihat beliau punya gagasan. Gagasan, ide tentang Polda Aceh Meutuah ini. Saya melihat sekian lama sejak perjalanan kepolisian, belum ada pemimpin-pemimpin kepolisian di Aceh yang menanamkan instrumen lokal di Polda Aceh,” kata Nurlis.

Menurut Nurlis, awalnya dia sempat mengkaji aturan-aturan di kepolisian dan meminta pandangan berbagai tokoh mengenai konsep yang dibangun Kapolda Aceh tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved