Rabu, 10 Juni 2026

Video

VIDEO - Menlu Iran Beri Peringatan Keras ke AS, Araghchi: Tinggalkan Kawasan Jika Ingin Aman

Iran meminta Amerika Serikat mempertimbangkan kembali keberadaannya di kawasan Timur Tengah.

Tayang:

SERAMBINEWS.COM - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memberikan respons tegas setelah Amerika Serikat melancarkan operasi militer terhadap sejumlah wilayah yang diklaim berkaitan dengan pertahanan Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi melalui akun media sosial X pada Rabu (10/6/2026). Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan mengabaikan tindakan apa pun yang dianggap sebagai ancaman terhadap negaranya.

Dikutip dari The Times of Israel, Araghchi menyebut bahwa keputusan AS melakukan serangan justru menjadi ujian terhadap sikap Iran dalam menghadapi tekanan.

Baca juga: VIDEO - Jelang Trump ke Beijing, China Kedatangan Menlu Iran Abbas Araghchi

“Angkatan bersenjata kami tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa respons,” tulis Araghchi dalam pernyataannya.

Ia juga meminta Amerika Serikat mempertimbangkan kembali keberadaannya di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, keamanan akan lebih terjamin apabila pihak luar tidak terlibat langsung dalam konflik regional.

“Tinggalkan wilayah kami jika Anda ingin aman,” ujar Araghchi.

Pernyataan tersebut muncul setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) sebelumnya mengumumkan operasi militer yang disebut sebagai tindakan pertahanan terhadap sejumlah target di Iran.

Pihak AS menyatakan operasi tersebut dilakukan setelah adanya insiden yang melibatkan helikopter tempur Apache milik Angkatan Darat Amerika di sekitar kawasan Selat Hormuz.

Baca juga: Iran Minta AS Angkat Kaki dari Timur Tengah, Tegaskan Siap Balas Setiap Ancaman

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut Iran bertanggung jawab atas insiden tersebut. Namun, pihak Iran memberikan pandangan berbeda dan menolak tuduhan tersebut.

Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan adanya suara ledakan di sekitar Pulau Qeshm, salah satu wilayah strategis yang berada dekat jalur Selat Hormuz.

Kawasan tersebut menjadi perhatian internasional karena Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi distribusi energi dunia. Setiap peningkatan ketegangan di wilayah itu berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan dan ekonomi global.

Hingga kini, kedua pihak masih menyampaikan versi masing-masing terkait rangkaian kejadian tersebut. Komunitas internasional terus memantau perkembangan situasi sambil mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved