Video
VIDEO - Zulkifli Hasan Jamu Makan Ulama di Banda Aceh
Ia menyampaikan bahwa silaturahmi dengan para ulama sengaja dilakukan untuk mendapat saran dan masukan tentang penguatan ekonomi
Penulis: Indra Wijaya | Editor: m anshar
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, melakukan silaturahmi dan menjamu makan malam para tokoh dan ulama di Sidiq Kopi Banda Aceh, Sabtu (13/6/2026).
Zulkifli Hasan yang juga Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyapa para ulama ketika tiba di lokasi. Para ulama tersebut tergabung dari sejumlah organisasi di Aceh, seperti Organisasi Alumni Dayah, PW NU Aceh, Persatuan Ulama Dayah Aceh, Kesatuan Alumni Dayah, dan Muhammadiyah.
Dalam kegiatan tersebut, Zulkifli Hasan didampingi oleh Sekretaris Jenderal PAN, Eko Patrio; Ketua Bidang Media PAN, Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu; anggota DPR RI yang juga Ketua DPW PAN Aceh, Nazaruddin Dek Gam; serta para pengurus lainnya.
Zulkifli Hasan dalam kegiatan tersebut mendapat masukan dari sejumlah pihak dalam hal pengembangan pertanian di Aceh, khususnya pengembangan ekonomi dayah dan pesantren.
Ia menyampaikan bahwa silaturahmi dengan para ulama sengaja dilakukan untuk mendapat saran dan masukan tentang penguatan ekonomi masyarakat. Ia juga menegaskan agar tidak meragukan keberpihakan dirinya kepada para guru agama, baik di dayah maupun pesantren, karena hal itu sudah menjadi kewajiban pemerintah.
Menurutnya, pemerintah akan terus membantu pondok pesantren atau dayah. Ia menyebut kebijakan pemerintahan Prabowo berbeda dengan sebelumnya, yakni mengubah pasar bebas menjadi dikuasai negara untuk diberikan kepada masyarakat.
Dari hasil pemantauan yang dilakukan di Aceh Besar, kata Zulkifli Hasan, harga gabah di sana tidak ada yang di bawah Rp6.500 per kilogram, melainkan dibeli Rp7.000 per kilogram. Ia menegaskan bahwa pemerintah ingin terus berpihak kepada para petani.
Zulkifli Hasan juga menjelaskan bahwa pemerintah tengah mempercepat pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai upaya memperpendek rantai distribusi, menekan biaya logistik, serta memperkuat posisi tawar petani dan nelayan. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menjadi pusat layanan ekonomi desa, mulai dari penyaluran pupuk, penyerapan hasil panen, hingga distribusi bantuan pangan. Dengan rantai distribusi yang lebih pendek, petani mendapatkan harga yang lebih baik dan masyarakat memperoleh pangan dengan harga yang lebih terjangkau. (*)
Narator: Syita
Video Editor: Muhammad Anshar