Rabu, 8 April 2026

Video

VIDEO - Harga Emas di Banda Aceh per Mayam Makin Tajam, Sehari Bisa Dua Kali Naik

Dikatakan, sedang naik begini, masyarakat lebih banyak menjual daripada membeli dengan perbandingan 70-30 persen.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Teuku Raja Maulana

Laporan Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Harga emas di Banda Aceh mengalami kenaikan tajam terutama dalam sepekan terakhir. Bahkan dalam sehari, emas di Banda Aceh bisa dua kali mengalami kenaikan antara pagi dan sore, tembus Rp 100.000 naik per mayamnya sehari.

Pemilik Toko Emas Al-Fath di Ulee Kareng Banda Aceh, Muhammad Rizal Al-Fath bercerita, dalam empat hari terakhir, kenaikan emas rata-rata Rp 50.000 - 80.000 per mayam. Sehingga per Rabu, (24/9/2025), harga emas kini tembus di angka Rp 6.450.000 per mayamnya.

Dikatakan, sedang naik begini, masyarakat lebih banyak menjual daripada membeli dengan perbandingan 70-30 persen.

Baca juga: Harga Emas Per Mayam di Banda Aceh Masih Tinggi Hari Ini, 25 September 2025 Dijual Segini

“Kalau hari biasa 10-20 mayam, kalau lagi naik masyarakat bisa jual ratusan mayam, dalam beberapa hari terakhir ada 50-100 mayam yang jual,” ungkap Rizal.

Polanya pun berbeda, bila selama ini masyarakat jual-beli perhiasan, saat naik begini lebih banyak melakukan transaksi dalam bentuk emas batangan atau perhiasan dalam bentuk padat seperti gelang.

Meski demikian menurutnya, kebanyakan setelah menjual, saat harga turun masyarakat akan ramai-ramai membeli kembali emas.

Pemilik toko emas di Ulee Kareng itu menjelaskan, kenaikan harga ini dipengaruhi banyak faktor. Beberapa di antaranya seperti aksi borong emas yang dilakukan oleh China, kenaikan suku bunga, hingga perang antar negara seperti Rusia dan Ukraina atau perang dagang China-Amerika.

Baca juga: Harga Emas di Pidie Semakin Gila Capai Rp 6,5 Juta per Mayam

Di sisi lain, dia juga menyampaikan, perbedaan harga emas sejumlah toko di Aceh biasanya hanya selisih tipis yang dipengaruhi berbagai faktor, di antaranya kualitas toko, ongkos dan kualitas emasnya.

“Sebenarnya emas ini tetap sama, cuma kadang misal sewa tokonya lebih mahal bisa pengaruh,” jelas Rizal.

Meski terjadi kenaikan harga yang signifikan, pemilik toko emas itu menyampaikan belum ada kenaikan ongkos buat atau tempah, masih berkisar antara Rp 100.000 - Rp 150.0000 tergantung tingkat kesulitan.

Dia mengingatkan, bila masyarakat memiliki uang lebih sebaiknya jangan disimpan, lebih baik dibelikan emas sebagai bagian dari investasi. 

“Karena dari tahun ke tahun emas tetap naik, tidak ada istilah turun,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved