Senin, 11 Mei 2026

Video

VIDEO - Komplek Pendopo Bireuen Ditetapkan sebagai Museum Perjuangan

Penetapan bangunan ini sebagai museum bertujuan untuk menghidupkan kembali jejak sejarah perjuangan bangsa yang pernah berdenyut di Bireuen.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: m anshar
Serambinews.com / Yusmandin Idris
Komplek Pendopo Bupati Bireuen yang terletak di pusat kota telah resmi berfungsi sebagai Museum Perjuangan Bireuen. Peresmian dilakukan pada Selasa, (7/10/2025). 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Komplek Pendopo Bupati Bireuen yang terletak di pusat kota telah resmi berfungsi sebagai Museum Perjuangan Bireuen. Peresmian dilakukan pada Selasa, (7/10/2025).

Bangunan berarsitektur kayu yang dibangun pada 1934 itu telah dirawat dan direnovasi secara berkala, sehingga kondisinya tetap kokoh. Dalam museum tersebut, masyarakat dapat melihat dokumen sejarah, uang kuno, senjata lama, serta berbagai bukti sejarah lainnya.

Satu ruangan yang pernah digunakan Presiden Soekarno untuk bermalam juga telah ditata ulang dan dilengkapi dengan sejumlah foto dokumentasi.

Bupati Bireuen Mukhlis mengatakan, penetapan bangunan ini sebagai museum bertujuan untuk menghidupkan kembali jejak sejarah perjuangan bangsa yang pernah berdenyut di Bireuen.

Ia menegaskan bahwa bangunan ini bukan sekadar tembok dan kayu, melainkan saksi hidup dari keberanian dan keteguhan para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Tempat ini memiliki catatan sejarah penting, antara lain sebagai markas Kolonel Husein Yusuf bersama prajurit Divisi X, serta lokasi dimana Presiden Soekarno pernah menginap, berdiskusi, dan menyusun strategi penting.

Acara peresmian dihadiri oleh unsur Forkopimda, Direktur Bina Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI Irini Dewi Wanti, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I Aceh Piet Rusli, serta ratusan siswa dan anggota DPRK. 

Peresmian museum ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Bireuen yang ke-26. (*)

Narator: Syita

Video Editor: Muhammad Anshar

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved