Selasa, 5 Mei 2026

Video

VIDEO - Baru Dimulai, Gencatan Senjata Gaza Terancam Runtuh! Hamas Peringatkan Israel

Ini adalah bentuk sikap keras Hamas terhadap kelanjutan konflik dan keraguan mereka terhadap rencana perdamaian

Tayang:

SERAMBINEWS.COM – Ketegangan di Jalur Gaza belum sepenuhnya mereda meski tahap pertama gencatan senjata antara Israel dan Hamas baru saja diberlakukan.

Dalam situasi yang masih rapuh, seorang pejabat senior Hamas memperingatkan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam jika Israel kembali melancarkan agresi militer.

“Kami berharap tidak kembali berperang, tetapi rakyat Palestina dan pasukan perlawanan akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk menghadapi agresi ini bila pertempuran kembali pecah,” tegas Hossam Badran, anggota biro politik Hamas, dikutip dari AFP.

Pernyataan itu menunjukkan sikap keras Hamas terhadap kelanjutan konflik dan keraguan mereka terhadap rencana perdamaian yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump.

Sementara itu, perundingan tahap lanjutan gencatan senjata tengah digelar di Sharm el-Sheikh, Mesir, dipimpin langsung oleh Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi bersama Trump yang kembali tampil sebagai mediator utama dalam upaya menghentikan perang berdarah di Gaza yang telah berlangsung selama dua tahun.

Trump sebelumnya merilis proposal perdamaian berisi 20 poin pada 29 September lalu.
Isi proposal tersebut mencakup pembebasan seluruh sandera Israel yang ditahan Hamas, pertukaran dengan 2.000 tahanan Palestina, penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza, pelucutan senjata Hamas, hingga pembentukan pemerintahan baru di wilayah tersebut.

Hamas telah menyatakan persetujuan prinsip terhadap tahap pertama rencana itu, yang memungkinkan ribuan warga Gaza kembali ke rumah mereka.

Namun, mereka menolak keras tahap kedua yang berisi tuntutan pelucutan senjata dan penghapusan peran Hamas dalam pemerintahan Gaza.

“Tahap kedua rencana Trump mengandung banyak kerumitan dan kesulitan,” ujar Badran.

Ia juga menegaskan bahwa Hamas tidak akan menghadiri penandatanganan resmi kesepakatan damai di Mesir, dan memilih tetap bernegosiasi melalui mediator dari Qatar dan Mesir, bukan langsung di bawah kendali Amerika Serikat.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved