Selasa, 14 April 2026

Video

VIDEO Abrasi Pantai Aceh Timur Capai 1.200 Meter, Jalan Desa Matang Rayeuk PP Nyaris Putus

Abrasi semakin parah tatkala adanya banjir rob atau pasang purnama yang menimpa pesisir pantai itu

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: T Nasharul

SERAMBINEWS.COM - Sepanjang 1.200 meter pesisir pantai Matang Rayeuk PP, Kecamatan Idi Timur, Aceh tergerus abrasi, dari total 1.200 meter pesisir pantai yang sudah tergerus, 600 meter diantaranya sangat parah hingga menyebabkan jalan desa Matang Rayeuk juga hampir terputus. 

Abrasi semakin parah tatkala adanya banjir rob atau pasang purnama yang menimpa pesisir pantai itu. 

Pantauan Wartawan Serambinews.com, (Serambi Indonesia) Maulidi Alfata, pada Minggu (26/10/2025), abrasi yang terjadi di Gampong Matang Rayeuk PP ini jika tidak ditanggani langsung akan berdampak pada hilangnya banyak bibir pantai hingga destinasi objek wisata di desa tersebut. 

Awalnya bibir pantai dengan jalan desa memiliki luas 80 meter, namun karena abrasi yang terjadi setahun dua kali, bibir pantai makin tergerus dan saat ini sudah mulai memakan jalur lalulintas seperti jalan desa yang berada di pesisir laut. 

Masyarakat di sana khawatir jika abrasi terus menggerus pesisir pantai bisa menenggelamkan desa mereka nantinya. 

Tak hanya itu, laut desa Matang Rayeuk PP yang dikenal dengan banyaknya pohon cemara laut, juga mulai tumbang satu per satu, pohon-pohon itu roboh akibat tergerus abrasi. 

Baca juga: VIDEO SAKSI KATA - Korban Abrasi Pantai Pulo Sarok Singkil Kehilangan Rumah & Tempat Usaha

Sekretaris Desa (Sekdes) Matang Rayeuk PP, Khaidir menjelaskan bahwa abrasi terjadi pertama kali pada tahun 2021,dan sejak lima tahun terakhir ini abrasi semakin parah. 

Dampak ini disebabkan adanya pasang purnama yang setiap tahun selalu terjadi dua atau tiga kali, ditambah lagi pesisir pantai Matang Rayeuk PP tidak memiliki batu pemecah ombak. 

Khaidir menjelaskan jalan yang terkena abrasi itu merupakan jalan desa yang juga terhubung ke tempat destinasi wisata pantai Pelangi yang ada di desa Matang Rayeuk PP. 

Ia berharap pemerintah daerah atau provinsi bisa secepatnya menanggani persoalan ini, dikarenakan ada dua persoalan yang menjadi hajat hidup orang banyak, mulai dari keselamatan masyarakat hingga keberlanjutan hidup pelaku usaha.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved