Jumat, 8 Mei 2026

Video

VIDEO - Siaga Invasi China, Taiwan Gelontorkan Dana Perang Rp 633 Triliun

Ancaman Tiongkok semakin terasa setelah Beijing terus mengirim kapal perang dan jet tempur berpatroli di sekitar perairan Taiwan.

Tayang:

SERAMBINEWS.COM – Taiwan mengambil langkah berani dengan menambah anggaran pertahanan hingga 40 miliar dolar AS atau setara Rp633 triliun, sebagai persiapan menghadapi potensi invasi militer dari Tiongkok.

Presiden Taiwan Lai Ching-te, Rabu (26/11/2025), menyatakan bahwa alokasi dana jumbo ini bertujuan mempercepat modernisasi militer, membeli lebih banyak senjata canggih, dan meningkatkan kemampuan tempur prajurit.

“Dana miliaran dolar itu diarahkan untuk mempertahankan Taiwan yang demokratis. Tidak ada ruang untuk kompromi dalam hal keamanan nasional,” tegasnya, dikutip dari Reuters.

Langkah ini menjadi sinyal tegas bahwa Taipei tidak ingin lengah di tengah peningkatan tensi militer dengan Beijing yang sudah berlangsung lebih dari tujuh dekade sejak Taiwan memisahkan diri pascaperang saudara 1949.

Baca juga: VIDEO - China Makin Panas! Jepang Ngotot Pasang Rudal Dekat Taiwan, Xi Langsung Telepon Trump

Target Kesiapan Tempur 2027

Ancaman Tiongkok semakin terasa setelah Beijing terus mengirim kapal perang dan jet tempur berpatroli di sekitar perairan Taiwan.

Karena itu, Presiden Lai menargetkan kesiapan tempur maksimal pada 2027, dan menekankan pentingnya kemandirian pertahanan tanpa bergantung penuh pada bantuan negara lain.

Data resmi menunjukkan, penambahan anggaran ini akan mengerek PDB Taiwan 2026 menjadi 3,32 persen, tertinggi sejak 2009. Bahkan, Lai menargetkan kenaikan hingga 5 persen PDB pada 2030.

Menteri Pertahanan Wellington Koo menyebut dana 39,9 miliar dolar AS akan dialokasikan khusus untuk akuisisi persenjataan baru. Mayoritas pembelian diperkirakan berasal dari Amerika Serikat, mitra keamanan utama Taiwan.

Meski demikian, Presiden Lai menepis anggapan bahwa langkah tersebut terkait negosiasi tarif perdagangan dengan Washington.

“Ini murni kebutuhan keamanan nasional,” tegasnya.

Baca juga: VIDEO - Taiwan ‘Bagi-Bagi Buku Perang’ ke Warganya, Siap Tempur Jika China Menyerang

Dukungan AS dan Strategi Pertahanan Asimetris

Duta Besar AS de facto untuk Taiwan, Raymond Greene, menyambut keputusan tersebut dan menyebutnya sebagai langkah strategis yang sangat tepat.

Menurut Greene, percepatan pengembangan pertahanan asimetris—strategi efisien untuk menghadapi musuh yang lebih kuat—menjadi kunci Taiwan dalam meningkatkan daya cegah terhadap invasi China.

Dukungan Washington menunjukkan bahwa peningkatan anggaran Taiwan bukan sekadar kebijakan domestik, melainkan bagian dari dinamika keamanan regional Asia Pasifik.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved