Rabu, 10 Juni 2026

Banjir Kiriman Landa Teunom

Hujuan deras yang terjadi di sekitar Tangse, Kabupaten Pidie diduga telah menyebabkan meluapnya sungai Krueng Teunom, Aceh Jaya pada Rabu

Tayang:
Editor: bakri
Banjir Kiriman Landa Teunom - 01122011foto_7.jpg
Danramil Teunom Kapten Inf Samsul dan Camat Bahrum melihat dapur di rumah warga yang hancur di Desa Alue Ambang, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya akibat diterjang banjir, Rabu (30/11).SERAMBI/SA'DUL BAHRI
Banjir Kiriman Landa Teunom - 01122011foto_8.jpg
Satu unit mobil pikap mengangkut kendaraan roda dua melewati banjir di badan jalan nasional lintas Calang-Meulaboh di Desa Gampong Baro, Kecamatan Teunom Aceh Jaya, Rabu (30/11). SERAMBI/SA'DUL BAHRI
* Dua Rumah Hanyut, Ribuan Lainnya Terendam
* Arus Transportasi Calang-Meulaboh Macet

CALANG - Hujuan deras yang terjadi di sekitar Tangse, Kabupaten Pidie diduga telah menyebabkan meluapnya sungai Krueng Teunom, Aceh Jaya pada Rabu (30/11) pagi. Selain mengakibatkan dua rumah warga di Desa Alue Ambang, Kecamatan Teunom hanyut dibawa arus air deras, lima dapur rumah juga hancur diterjang banjir hingga tidak dapat diselamatkan.

Sementara ribuan rumah dari 18 desa di kawasan tersebut telah terendam air dengan ketinggian mencapai 50 cm hingga mencapai 150 cm.

Camat Teunom Aceh Jaya, Bahrum melaporkan, banjir yang melanda Kecamatan Teunom, Aceh Jaya diakibatkan banjir kiriman dari wilayah Tangse, Pidie sehingga membuat Krueng Teunom meluap.

Selain dua rumah yang disapu banjir terdapat lima dapur milik warga yang ikut diseret arus dan ribuan rumah saat ini telah terendam banjir dengan ketinggian mencapai 50 cm hingga 150 cm, namun sejauh ini belum ada warga yang mengungsi.

Rumah-rumah yang hanyut tersebut masing-masing milik Ibrahim (67) dan Iin Gunawan (35). Kedua rumah tersebut berkontruksi kayu. Sementara dapur rumah yang ikut diseret banjir milik Budiman (50), Abubakar (48), Rasyidah (40), Usman HS (47), dan milik Walidin (35).

Disebutkan, rumah dan dapur rumah yang disapu banjir tersebut dibangun berjejeran di Desa Alue Ambang yang berjarak sekitar 2 meter dari sungai, sehingga saat meluapnya Krueng Teunom tersebut rumah-rumah itu terkena dampak banjir. “Air sungai mulai meluap sejak pukul 06.00 Wib hingga siang, dan air mulai surut secara berangsur-angsur sekitar pukul 15.10 Wib,” lapornya.

Camat Bahrum juga menginformasikan banjir tersebut telah pula mengakibatkan 20 hektare tanaman padi umur sebulan di Gampong Baro rusak. Sementara di tempat lainnya yang mengalami kerusakan akibat banjir tersebut belum bisa terdata,” katanya.

Sementara Dandim 0114 Aceh Jaya Letkol Inf Yugo Widirgo melalui Danramil Teunom, Aceh Jaya Kapten Inf Samsul yang ikut memantau lokasi banjir di Alue Ambang, kepada Serambi,  menyebutkan, banjir yang melanda Teunom tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian masyarakat diperkirakan mencapai Rp 60 juta.

Kapten Samsul menyebutkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, di wilayah Tangse sudah tiga hari berturut-turut hujan lebat. Air hujan dari kawasan Tangse itu diyakini telah mengalir hingga ke Teunom sehingga menyebabkan daerah ini kebanjiran. Apalagi, di sekitar Teunom sendiri tidak ada hujan lebat.

Kechik Gampong Baro, Kecamatan Teunom, Abdul Halim kepada Serambi, mengatakan, banjir luapan telah pula menyebabkan arus transportasi di jalan nasional Calang-Meulaboh macet. Ketinggian air di beberapa titik di badan jalan itu mencapai 1 meter. “Kendaraan roda dua terpaksa diangkut pakai truk dengan ongkos Rp 10 ribu/kendaraan, sementara ongkos sorong mobil angkutan umum Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu/mobil,” lapornya.(c45)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved