Senin, 27 April 2026

Warga Bersihkan Taman Putro Phang

Puluhan warga yang menatasnamakan dirinya Masyarakat Cinta Banda Aceh, Sabtu (21/1) pagi, bergotong royong membersihkan Taman Putro Phang

Editor: bakri
zoom-inlihat foto Warga Bersihkan Taman Putro Phang
Gerakan Masyarakat Cinta Banda Aceh mengecat dan membersihkan Pintoe Khop di Taman Putroephang, Banda Aceh, Sabtu (21/1). Pintoe Khop dulu merupakan gerbang yang menghubungkan Istana Sultan Iskandar Muda dengan Taman Ghairah juga sebagai taman keluarga kerajaan Aceh. SERAMBI/BUDI FATRIA
BANDA ACEH - Puluhan warga yang menatasnamakan dirinya Masyarakat Cinta Banda Aceh, Sabtu (21/1) pagi, bergotong royong membersihkan Taman Putro Phang dan mengecat situs sejarah, Pintoe Khop.

Kegiatan ini digagas oleh pekerja film di Bali, Dendy Montgomery, yang mengajak masyarakat Banda Aceh melakukan gotong royong tersebut melalui jejaring sosial facebook, Jumat lalu. Ajakan itu mendapat dukungan puluhan masyarakat Banda Aceh.

“Saya miris melihat situs-situs sejarah tak terawat dengan baik. Karena itu saya ajak kawan-kawan memulai dari Pintoe Khop ini. Kita juga akan melakukan di tempat-tempa lainnya,” kata Dendy yang juga putra Aceh itu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banda Aceh, Reza Falevi yang juga ikut dalam kegiatna itu mengatakan, Pemko Banda Aceh memerlukan masyarakat-masyarakat yang peduli dan bahu-membahu merawat situs-situs sejarah. Ia juga mendukung jika ada komunitas lain yang ingin melakukan kegiatan serupa.

Pintoe Khop adalah gerbang yang menghubungkan istana Taman Ghairah. Taman keluarga kerajaan, sultan, permaisuri, pangeran, dan putri raja. Taman itu dibangun atas permintaan Putroe Phang, putri raja yang dibawa ke Aceh oleh Sultan Iskandar Muda, setelah kerjaan Pahang, Malaysia, ditaklukan.(c47)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved