Jembatan Darurat Padang Kawa Mulai Lapuk
Rabu, 22 Februari 2012 09:44 WIB

Jembatan darurat yang menghubungkan Gampong Padang Kawa menuju Gampong Blang Padang, Kecamatan Tangan-Tangan, Abdya kondisinya memprihatinkan. Foto direkam Minggu (19/2). SERAMBI/ZAINUN YUSUF
Berita Terkait
- Warga Pulo Aceh Bangun Jembatan ke Pelabuhan
- Saluran Meluap, Sampah Berserakan di Jalan
- Mobil Patroli Polisi Dirusak Massa
- Jalan Blang Mee-Alue Kuyun Hancur
- Jembatan Timbang Seumadam Masih Tutup
- Pungli Sangat Leluasa
- Aceh Utara Minta Rp 30 M ke Provinsi
- Penanganan Batu Jatuh ke Jalan Harus Permanen
- Tim Kementerian PU Kunjungi Simeulue
- Polisi Belum Temukan Identitas Mayat Bertato Penguin
* Kebutuhan Masyarakat Diangkut Pakai Becak
BLANGPIDIE - Arus transportasi dari Gampong Padang Kawa menuju Gampong Blang Padang, Kecamatan Tangan-Tangan, Aceh Barat Daya (Abdya) mengalami gangguan serius selama lima bulan terakhir. Jembatan darurat dari batang kelapa yang terdapat di Padang Kawa sebagai ganti jembatan beton yang telah ambruk, kini kondisi nya sudah lapuk sehingga tidak tidak bisa dilalui mobil angkutan umum dan barang.
Adi (27), salah seorang warga Gampong Blang Padang kepada Serambi di lokasi, Minggu (19/2) menjelaskan, jembatan beton pada lintasan tersebut ambruk sekitar delapan bulan lalu saat dilalui truk angkutan material proyek. Lalu, dibangun jembatan darurat dari batang kelapa.
Tiga bulan kemudian, jembatan darurat tersebut mulai lapuk sehingga sangat riskan dilalui mobil angkutan umum dan barang. Dampaknya, kata Adi, angkutan bahan kebutuhan dari dan ke Gampong Blang Padang, harus menggunakan becak barang dan sepmor atau dilansir dengan mobil angkutan barang dari pusat kecamatan hanya sampai lokasi jembatan darurat.
“Transportasi mobil angkutan barang macet sejak lima bulan tarakhir sehingga sangat mengganggu aktivitas warga kawasan pesisir itu,” kata Adi, pemuda setempat.
Masyarakat Blang Padang sangat mengharapkan Pemkab Abdya, dalam hal ini Dinas PU, membangun jembatan permanen di lokasi jembatan darurat dari batang kelapa pada lintasan Padang Kawa menuju Blang Padang. “Bila tidak, berdampak terhadap perekonomian warga akibat terganggu angkutan produksi pertanian, termasuk produksi kelautan setempat,” tambah Adi, di lokasi kepada Serambi.(nun)
BLANGPIDIE - Arus transportasi dari Gampong Padang Kawa menuju Gampong Blang Padang, Kecamatan Tangan-Tangan, Aceh Barat Daya (Abdya) mengalami gangguan serius selama lima bulan terakhir. Jembatan darurat dari batang kelapa yang terdapat di Padang Kawa sebagai ganti jembatan beton yang telah ambruk, kini kondisi nya sudah lapuk sehingga tidak tidak bisa dilalui mobil angkutan umum dan barang.
Adi (27), salah seorang warga Gampong Blang Padang kepada Serambi di lokasi, Minggu (19/2) menjelaskan, jembatan beton pada lintasan tersebut ambruk sekitar delapan bulan lalu saat dilalui truk angkutan material proyek. Lalu, dibangun jembatan darurat dari batang kelapa.
Tiga bulan kemudian, jembatan darurat tersebut mulai lapuk sehingga sangat riskan dilalui mobil angkutan umum dan barang. Dampaknya, kata Adi, angkutan bahan kebutuhan dari dan ke Gampong Blang Padang, harus menggunakan becak barang dan sepmor atau dilansir dengan mobil angkutan barang dari pusat kecamatan hanya sampai lokasi jembatan darurat.
“Transportasi mobil angkutan barang macet sejak lima bulan tarakhir sehingga sangat mengganggu aktivitas warga kawasan pesisir itu,” kata Adi, pemuda setempat.
Masyarakat Blang Padang sangat mengharapkan Pemkab Abdya, dalam hal ini Dinas PU, membangun jembatan permanen di lokasi jembatan darurat dari batang kelapa pada lintasan Padang Kawa menuju Blang Padang. “Bila tidak, berdampak terhadap perekonomian warga akibat terganggu angkutan produksi pertanian, termasuk produksi kelautan setempat,” tambah Adi, di lokasi kepada Serambi.(nun)
Editor : bakri
