Seameo Qitep Latih Guru Matematika Aceh
Rabu, 22 Februari 2012 10:26 WIB
Berita Terkait
- Guru Dipaksa Beli Buku Oleh Dinas
- BKPP Usul Kembali Berkas Honorer tak Lulus Verifikasi
- 250 Guru Ikut Seminar Pendidikan Berkarakter
- Wali Murid dan Guru SDN 27 Berdamai
- Tersangka Kasus Honorer Jadi Tahanan Kota
- Assosiasi Guru PAI Pidie Dikukuhkan
- Dana Tunjangan Sertifikasi Tak Dibayar, Disdik Bohongin…
- Mendikbud Dukung Tes Urine Bagi Mahasiswa Baru
- Mendikbud Minta Sekolah Cegah Konvoi Kelulusan
- Kenapa Harus Ditanya Penghasilan Orangtua saat Mendaftar…
BANDA ACEH - Sebanyak 30 guru matematika dan 31 siswa SMA, 17 siswa dari SMA Negeri 2 Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) Banda Aceh dan 14 siswa SMA Lab School Banda Aceh, Selasa (21/2) dilatih penggunaan komputer dalam pembelajaran.
Sekretaris Pusat Pengembangan Mutu Guru (PPMG) Wilayah I Aceh, Teja Sekar Tanjung mengatakan, workshop sehari itu melibatkan instruktur dari ICT training center Oundle, United Kingdom, Mr Douglas Butler dan Ida Karnasih MSc PhD, expert staff Seameo Qitep yang berbasis di Yogyakarta.
Pembelajaran dengan menggunakan komputer, kata Teja, akan memberi kemudahan bagi guru dalam mengajar. Sebab, tambahnya, ke depan para guru harus menguasai pembelajaran dengan menggunakan perangkat ICT. “Dan ini awal dari program pelatihan bagi guru mata pelajaran tersebut,” katanya.
Sementara itu, Kadis Pendidikan Aceh, Drs Bakhtiar Ishak yang diwakili Drs Rusdi Aries mengharapkan workshop seperti ini hendaknya dilakukan lebih banyak lagi di masa-masa mendatang di Aceh. Sebab, pelatihan seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh guru dalam rangka mempercepat para siswa menyerap pembelajaran matematika di masa mendatang.(sir)
Sekretaris Pusat Pengembangan Mutu Guru (PPMG) Wilayah I Aceh, Teja Sekar Tanjung mengatakan, workshop sehari itu melibatkan instruktur dari ICT training center Oundle, United Kingdom, Mr Douglas Butler dan Ida Karnasih MSc PhD, expert staff Seameo Qitep yang berbasis di Yogyakarta.
Pembelajaran dengan menggunakan komputer, kata Teja, akan memberi kemudahan bagi guru dalam mengajar. Sebab, tambahnya, ke depan para guru harus menguasai pembelajaran dengan menggunakan perangkat ICT. “Dan ini awal dari program pelatihan bagi guru mata pelajaran tersebut,” katanya.
Sementara itu, Kadis Pendidikan Aceh, Drs Bakhtiar Ishak yang diwakili Drs Rusdi Aries mengharapkan workshop seperti ini hendaknya dilakukan lebih banyak lagi di masa-masa mendatang di Aceh. Sebab, pelatihan seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh guru dalam rangka mempercepat para siswa menyerap pembelajaran matematika di masa mendatang.(sir)
Editor : bakri
