Jumat, 12 Juni 2026

Laila dan Air Mata

Laila, putri pertama Syarifah yang lahir karena air mata. Tidak ada yang aneh pada Laila. Secara fisik ia persis seperti anak-anak yang lain

Tayang:
Editor: bakri

Karya Ramajani Sinaga

Laila, putri pertama Syarifah yang lahir karena air mata. Tidak ada yang aneh  pada Laila.  Secara fisik ia persis seperti anak-anak yang lain. Bedanya, Laila sudah ditinggal oleh emaknya, Syarifah,  sejak  ia masih belajar merangkak.   Laila pun harus hidup seadanya bersama sang nenek dalam sebuah gubuk reot.

“Mak kemana, nek?”

“Sabarlah. Emakmu akan pulang.”

Sungguh, saban hari Laila selalu bertanya tentang emaknya yang telah pergi merantau sejak lama menjadi TKI di luar negeri. Perasaan ingin selalu bersama emak ingin selalu dirasakan. Ia ingin seperti anak-anak lain,  hidup berdampingan dengan orang tua. Emaknya telah lama meninggalkannya menjadi TKI di sebuah negara raksasa.

“Nek, emak ke mana?”

Dengan sabar nenek tua itu merayu cucunya. “Nenek hari ini masak makanan enak.”  Laila menggeleng.

“Aku rindu Mak, nek.”

“Kita buat bolu pisang saja. Mau?”

“Tidak. Emak ke mana?”

“Emak pergi sebentar. Nanti juga akan pulang.”

                                          ***

Sementara jauh di sana, Syarifah sedang berjuang untuk hidup. Berjuang untuk merdeka. Sejatinya ia belum merdeka. Syarifah hanyalah seorang pembantu dalam keluarga yang sungguh keras perangainya.

Syarifah seperti terkurung dalam sebuah neraka. Ia berjuang sendirian. Berbagai penyiksaan datang silih berganti. Saat Syarifah tidak sengaja memecahkan sebuah gelas kaca, Syarifah harus siap menerima sanksi. Sebab, gaji yang ia terima akan dipotong oleh sang majikan, setiap  kesalahan yang dibuat.

Syarifah juga dilarang keras berkomunikasi. Ia dilarang memiliki telepon genggam. Diam-diam Syarifah menulis sebuah surat singkat yang akan dikirim ke gampongnya, sebab ia sangat merindu pada Laila, putri semata wayangnya. Ia menulis surat singkat:

Assalamu alaikum, Bu, Allah Tuhanku. Muhammad nabiku. Alquran kitabku. Bila aku mati suatu hari nanti, Bu. Bila aku telah tiada. Jika hidupku berakhir di sini, jagalah putriku Laila, Bu. Sebab, ia adalah belahan jiwaku. Jangan biarkan ia menangis, Bu. Doakan selalu untuk keselamatanku.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved