A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

70 Mahasiswa Adukan Direktur Akbid ke Polisi - Serambi Indonesia
Senin, 24 November 2014
Serambi Indonesia

70 Mahasiswa Adukan Direktur Akbid ke Polisi

Selasa, 6 Maret 2012 09:10 WIB

70 Mahasiswa Adukan Direktur Akbid ke Polisi
Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, Herman Abdullah menerima delegasi mahasiswa Akbid PHMN Meulaboh terkait tidak dikeluarkannya ijazah oleh Akbid PHMN, di gedung dewan setempat, Senin (5/3). SERAMBI/RIZWAN
MEULABOH-Mahasiswa program khusus (berstatus pegawai) yang kuliah di Akademi Kebidanan Public Health Medical Nursing (Akbid PHMN) Meulaboh, Aceh Barat, Senin (5/3) mengadukan nasibnya kepada DPRK setempat karena 67 mahasiswa belum mendapat ijazah dan belum diwisuda oleh pihak akademi. Sementara mereka sudah melunasi seluruh biaya kewajiban mereka berkisar Rp 20-Rp 30 juta per mahasiswa.

Kedatangan mahasiswa itu diterima Wakil Ketua DPRK, Herman Abdullah dan anggota komisi D, Said Mutadar SAB. Kepada wakil rakyat ini, para mahasiswa program khusus di Akbid PHMN mengaku bahwa mereka sudah selesai kuliah pada 2011 lalu dan dijanjikan akan diwisuda pada Oktober 2011 bersamaan dengan pembagian ijazah. Tetapi hingga Maret 2012 belum juga ada kejelasan dan mereka dipermainkan.

“Saat kita tanya ke pengurus PHMN mereka berdalih uang bukan orang PHMN yang terima tetapi para pengurus lama yang saat ini sudah mendirikan sebuah perguruan tinggi lain,” ujar peserta aksi yang meminta nama mereka tidak ditulis.

Menurut mahasiswa, saat ditanya ke pengurus lama malah berdalih itu urusan PHMN, bahkan mereka memilih melaporkan kasus penipuan ini ke Polres Aceh Barat pada Jumat (2/3/2012). Ada 70 mahasiswa yang membuat pelaporan ke polisi sebab bila ditotal uang yang diserahkan oleh 70 mahasiswa masing-masing Rp 20-Rp 30 juta/orang mencapai Rp 1 miliar lebih. Selain itu, mahasiswa ini juga berharap DPRK dapat membantu sehingga persoalan mahasiswa yang kuliah pada program khusus ini bisa segera memperoleh ijazah dan diwisuda.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Artanto Sik melalui Kasat Reskrim, AKP Handoyo Yudhi Santoso Sik ditanyai Serambi, Senin (5/3) mengakui pihaknya telah menerima pengaduan kasus dugaan penipuan oleh pihak terlapor Akbid PHMN, yakni Elia Rita Mutia SST (Direktur Akbid PHMN) dan T Karnaidi (mantan pengurus di Akbid PHMN/pengelola STIKes Meuligo). “Pengaduan sudah kita terima dan kasus ini akan kita usut dan akan memeriksa pelapor dan terlapor,” ujar Handoyo.(riz)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas