Siswa Dua SMP Protes Kepsek Dipindah
Siswa dua Sekolah Menegah Pertama Negeri (SMPN) di Aceh Barat, masing-masing dari SMPN 1 Woyla dan siswa SMPN 1
Aksi protes siswa SMPN 1 Woyla yang berlokasi Desa Lung Buloh dilakukan dengan memukul-mukul meja dalam ruangan sehingga membuat suasana gaduh. Suasana baru sedikit mereka setelah kepala sekolah lama, Zainal Abidin meminta mereka menerima kepsek yang baru.
Kepala sekolah lama, Zainal Abidin dimutasi menjadi guru di SMPN 2 Woyla di Desa Padang Jawa. Sedangkan penggantinya Suswanto yang sebelumnya menjabat guru di SMPN 3 Meulaboh.
Aksi protes pemindahan kepsek juga dilakukan oleh sebagian siswa SMPN 1 Meulaboh. Para siswa pemerotes sekitar pukul 10.00 Wib melakukan aksi keliling kota menggunakan sepmor. Mereka menolak kepsek lama dipindah. Pejabat kepsek lama, Kasmuddin dimutasi menjadi guru di SMPN 4 Meulaboh, sedangkan pejabat baru dilantik Nurlelawati yang sebelumnya bertugas di SMPN 1 Meulaboh.
Mantan Kepsek SMPN 1 Woyla, Zainal Abidin yang ditanyai Serambi, Rabu, mengatakan, mutasi merupakan hal biasa sebagai abdi negara dan dirinya tidak pernah mempersoalkan dan sudah disampaikan kepada siswa agar menerima siapapun yang bertugas di sekolah ini sehingga bisa lebih baik. Bahkan ia berpesan kepada siswa agar tetap belajar sehingga tidak rugi siswa sebab UN sudah sangat dekat.
Hal senada juga diutarakan mantan Kepsek SMPN 1 Meulaboh, Kasmuddin yang ditanyai Serambi secara terpisah mengatakan, tidak pernah mempersoalkan mutasi dan terhadap aksi siswa itu dirinya tidak mau berkomentar lagi sebab itu bukan lagi wewenangnya. Namun ia berharap siswa tetap belajar dan tidak berbuat yang tidak-tidak sehingga akan rugi siswa.(riz)