Api Hanguskan 17 Rumah di Blangkejeren
Sebanyak 17 unit rumah di kawasan Kutelintang, Kecamatan Blangkejeren, Gayo Lues hangus terbakar
BLANGKEJEREN - Sebanyak 17 unit rumah di kawasan Kutelintang, Kecamatan Blangkejeren, Gayo Lues hangus terbakar pada Jumat (30/3) jelang pagi, sekitar pukul 04.15 WIB. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri dan tidak ada korban jiwa, walau sedang tertidur saat kobaran api melahap rumah mereka.
Dilaporkan, insiden tiba-tiba itu yang diduga akibat korsleting listrik dari salah satu rumah mengejutkan seluruh penghuni rumah. Kobaran api yang cepat membesar, tidak berhasil dipadamkan warga, maupun mobil pemadam kebakaran. Tak pelak, dalam hitungan sekitar dua jam, api menghanguskan ke 17 rumah itu, baik berbentuk semi permanen maupun permanen.
Sedangkan para penghuni rumah berhamburan ke luar rumah, tanpa bisa menyelamatkan barang apapun, kecuali baju di badan. Sehingga, kerugian diperkirakan miliaran rupiah, karena bangunan rumah beserta isinya musnah terbakar dan belum ada rincian harta benda yang terbakar, seiring para korban yang mengungsi ke rumah saudara masih trauma.
Musibah itu diperparah dengan tidak bisa masuknya mobil pemadam kebakaran ke lokasi akibat lorong menuju rumah kecil, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, apalagi mobil pemadam. Padahal, kompleks mobil pemadam kebakaran hanya berjarak sekitar 1 km dari lokasi kebakaran, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali melihat api menghanguskan rumah tersebut yang berada di belakang perumahan warga.
Keuchik Kutelintang, M Yusuf kepada Serambi, mengatakan para korban kebakaran mengungsi ke rumah saudara masing-masing, walau tenda darurat sudah didirikan dekat lokasi kebakaran. M Yusuf didampingi Kepala BPBD Galus, Djamaludin Ilyas menjelaskan sumber api diduga dari arus pendek. “Tidak ada yang bisa disalahkan karena lorong menuju lokasi kebakaran tidak bisa dimasuki mobil pemadam kebakaran,” tambah Djamaluddin.
Sementara, sejumlah rumah yang musnah terbakar ditempati para penyewa yakni rumah milik A Kemisan disewakan kepada Aman Sera, Jainudin kepada Riko Johari, Askandi kepada Suhatsa. Adam dari tiga rumah, dua disewakan kepada Aman dan Eman.
Dua rumah milik Bak Sena dan Matdin, masing-masing disewakan kepada Jon Kenedi dan Abdul Faida. Kemudian, rumah yang ditempati pemilik, masing-masing Abu Seman, Nasir Bukit, Harun, Ani, Khalidin, Indut, Basaria, Nur dan Rahidin.
Sebelumnya, empat unit rumah berkonstruksi kayu di Desa Bener Baru, Kecamatan Blangpegayon, Galus, Rabu (21/3) sekitar pukul 09.00 WIB hangus terbakar. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah dan penyebab kebakaran saat para pemilik rumah sedang ke kebun atau sawah belum diketahui serta tidak ada korban jiwa.(c40)
kronologis kebakaran
* Percikan api muncul dari salah satu rumah
* Para penghuni sedang tertidur
* Tiba-tiba dikejutkan dengan kobaran api
* Penghuni ke luar rumah dengan hanya baju di badan
* Warga berhamburan ke lokasi
* Mobil pemadam tiba di lokasi kejadian
* Tidak bisa berbuat apa-apa
* Lorong menuju lokasi kecil
* Dalam hitungan sekitar dua jam, 17 rumah musnah terbakar
* Penghuni mengungsi ke rumah saudara
Pemkab Salurkan Bantuan
Palang Merah Indonesia (PMI) Gayo Lues, bersama Tagana dan Pemkab memberi bantuan kepada para korban kebakaran. Satu tenda darurat untuk pengungsian dan posko bantuan didirikan PMI dan Tagana, tetapi para korban lebih memilih mengungsi ke rumah kerabat atau famili.
Kapolres Galus AKBP Drs Sofyan Tanjung bersama Wakapolres juga turun ke lokasi kebakaran, termasuk Dandim 0113/Letkol Kav Rusdi SIp didampingi istri. Sejumlah kandidat cabup/cawabup Galus bersama tim sukses ikut meninjau lokasi kebakaran. Mereka memberi bantuan ala kadar dan turut prihatin atas musibah tersebut.(c40)